[] Let's share the awareness
Photo
Kita mulai dari prinsip dasar penangkapan dan penyitaan adalah dua tindakan kuat negara yang membatasi kebebasan (orang) dan hak milik (barang). Karena kuat, keduanya harus diatur ketat.
Penangkapan diatur pada Pasal 93–95 KUHAP dan penyitaan pada Pasal 112–113 KUHAP.
[] Let's share the awareness
Penangkapan diatur pada Pasal 93–95 KUHAP dan penyitaan pada Pasal 112–113 KUHAP.
Sebenernya penangkapan masih ada pasal lanjutannya kaya yang di Screenshot, tapi kita fokus ke pasal ini ya!
Intinya sederhana kalau aparat mau menangkap atau menyita, harus ada dasar hukum, prosedur, dan pengawasan. Bukan karena mood atau permintaan atasan.
Penangkapan tidak otomatis berarti orang itu bersalah. Penangkapan hanya langkah awal agar penyidikan berjalan dan yang terpenting adalah hak pembuktian tetap di pengadilan.
Penangkapan tidak otomatis berarti orang itu bersalah. Penangkapan hanya langkah awal agar penyidikan berjalan dan yang terpenting adalah hak pembuktian tetap di pengadilan.
Pasal 93–95 menangkap orang wajib memenuhi syarat yaitu ada dugaan tindak pidana, bukti permulaan yang cukup, dan prosedur formal dipatuhi. (Bunyi pasal lengkap bicara soal siapa yang berwenang, tata cara, dan pengecualian tertangkap tangan.)
Banyak yang salah kaprah bilang “penangkapan bebas”. Tidak benar. Ada aturan kapan penyidik boleh langsung menangkap (tertangkap tangan) dan kapan harus minta izin atau surat perintah.
🏆1
Dan yang perlu kita ingat, bahwa saat penangkapan juga ada hal yang harus kita perhatikan. Yaitu Hak Hak saat ditangkap dan Waktu Penahanan Awal.
Hak-hak saat ditangkap orang yang ditangkap berhak tahu alasan penangkapan, berhak didampingi penasihat hukum, dan tidak boleh disiksa. Ini wajib dipahami publik agar tidak panik.
Waktu penahanan awal juga dibatasi ada ketentuan berapa lama seseorang boleh ditahan tanpa berkas lengkap atau tanpa dibawa ke penyidik/jaksa.
Hak-hak saat ditangkap orang yang ditangkap berhak tahu alasan penangkapan, berhak didampingi penasihat hukum, dan tidak boleh disiksa. Ini wajib dipahami publik agar tidak panik.
Waktu penahanan awal juga dibatasi ada ketentuan berapa lama seseorang boleh ditahan tanpa berkas lengkap atau tanpa dibawa ke penyidik/jaksa.
🏆1
Penyitaan (Pasal 112–113) kalau penyidik perlu mengamankan barang bukti seperti uang, ponsel, dokumen penyitaan wajib berbentuk tertulis dan berizin hakim (kecuali situasi tertangkap tangan darurat)
Mekanisme penyitaan yang benar penyidik ajukan permohonan tertulis ke pengadilan → hakim periksa alasan → kalau setuju, keluarkan izin → penyidik melaksanakan penyitaan disertai berita acara dan saksi.
Jika ada kondisi mendesak (bukti akan dihancurkan atau pelaku tertangkap tangan), penyidik boleh sita dulu, tetapi wajib melaporkan ke pengadilan dalam 2×24 jam untuk legalisasi.
Berita Acara Penyitaan wajib dibuat daftar barang, kondisi barang, tanda tangan penyidik, pemilik, dan saksi. Pemilik berhak menerima salinan. Ini mencegah klaim “barang hilang” atau “barang dipakai”.
Berita Acara Penyitaan wajib dibuat daftar barang, kondisi barang, tanda tangan penyidik, pemilik, dan saksi. Pemilik berhak menerima salinan. Ini mencegah klaim “barang hilang” atau “barang dipakai”.
Jadi setelah paham mekanismenya, tinggal mengawal penerapannya.
Nah setelah membaca keterangan di atas, poin utamanya sebenarnya adalah semua tindakan negara seperti penangkapan, penyitaan, pemblokiran, dan penyadapan itu adalah upaya paksa. Artinya, negara sedang memasuki atau membatasi hak paling dasar seseorang seperti kebebasan, privasi, kepemilikan, dan komunikasi. Karena itu, langkah-langkah ini tidak boleh dilakukan sembarangan, tidak bisa berdasarkan “katanya”, dan tidak boleh muncul dari intuisi penyidik saja.
Setiap tindakan harus punya alasan yang jelas, bukti permulaan yang cukup, serta izin dan prosedur yang ketat, karena jika tidak, potensi penyalahgunaannya sangat besar.
Hal yang perlu digarisbawahi bukan isi pasalnya satu per satu, tetapi sifat mendesak dari setiap upaya paksa itu sendiri. Penangkapan harus dengan bukti, penyitaan harus dengan izin hakim, pemblokiran tidak boleh dilakukan sepihak, dan penyadapan hanya boleh untuk kepentingan penyidikan serta akan diatur dalam UU khusus agar lebih terlindungi.
Setiap tindakan harus punya alasan yang jelas, bukti permulaan yang cukup, serta izin dan prosedur yang ketat, karena jika tidak, potensi penyalahgunaannya sangat besar.
Hal yang perlu digarisbawahi bukan isi pasalnya satu per satu, tetapi sifat mendesak dari setiap upaya paksa itu sendiri. Penangkapan harus dengan bukti, penyitaan harus dengan izin hakim, pemblokiran tidak boleh dilakukan sepihak, dan penyadapan hanya boleh untuk kepentingan penyidikan serta akan diatur dalam UU khusus agar lebih terlindungi.
Kita sebagai masyarakat hanya perlu memastikan satu hal bahwa kewenangan besar ini selalu diawasi agar tidak berubah menjadi penyalahgunaan kekuasaan.
🏆1
[] Let's share the awareness
RUU KUHAP
- Pembahasan Awal
- Definisi dan Fungsi KUHAP
- Perbedaan Penyidikan dan Penyelidikan
- File Resmi KUHAP
- Soal Penyadapan Apakah benar?
- Soal Pemblokiran Rekening
- Soal Penyitaan Barang dan Penangkapan
- Pembahasan Awal
- Definisi dan Fungsi KUHAP
- Perbedaan Penyidikan dan Penyelidikan
- File Resmi KUHAP
- Soal Penyadapan Apakah benar?
- Soal Pemblokiran Rekening
- Soal Penyitaan Barang dan Penangkapan
Daftar isi udah aku perbarui ya! Bisa di cek untuk tiap pembahasan dan penjelasannya.
Seperti biasa, pertanyaan terkait pembahasan bisa ditanyakan kesini ya!
Jangan lupa terus pantau @BeritaWarga @WartaWargaa @vaorue @RIupdatetalk @InfoDemoJakarta buat info aksi dan update lainnya.
👍7