AURUM REGIME CONCORDIA – Telegram
AURUM REGIME CONCORDIA
2.59K subscribers
71 photos
1 video
10 links
𝐀𝐔𝐑𝐔𝐌 𝐑𝐄𝐆𝐈𝐌𝐄 𝐂𝐎𝐍𝐂𝐎𝐑𝐃𝐈𝐀
✦ "In elegance, we ascend. In silence, we rule"

❐ CH OFFICIAL
@OFFICIALLARC
@SHITTPOSTARC
@MENFESARC
@ARCGALLERI
@PSPARC

✎ bot ofc : @aurumregime_bot
✎ bot mpps : @MPPSARC_bot
✎ bot pfp : @PFPARC_bot
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
———————————————————————
🎙️: Halo semuanyaaa! selamat datang kembali di konten ARC! Perkenalkan, aku Jjaren Deharsa biasa dipanggil Aren dan ini adalah episode pertama aku di sini. Senang banget akhirnya bisa ngobrol bareng kalian lewat podcast ini, jujur aku agak deg degan karena ini adalah episode pertama aku. Semoga kita bisa saling berbagi cerita, pengalaman, dan juga pelajaran yang relate ya.

🎙️: Nah, di episode perdana ini aku mau bahas topik yang menurutku sangat relate sama banyak orang, bahkan mungkin sama kalian. Topiknya adalah overthinking. Iya, kebiasaan yang satu ini tuh kayak mantan yang nggak bisa move on—selalu muncul di saat kita udah nyaman-nyamannya.

#ARCLORE
🏆1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Overthinking bisa diibaratkan sebagai "musuh paling setia". Kenapa? Karena dia selalu ada di setiap momen penting kita setuju kan? bahkan di situasi-situasi kecil yang sebenarnya nggak perlu kita pikirkan terlalu jauh. Misalnya nih setelah ngobrol sama orang, kita tiba tiba bengong sambil mikirin,
"eh, tadi aku ngomongnya aneh nggak, ya?" atau,
“kok dia jawabnya singkat banget, apa aku salah ya?"

Kalian pasti sering bangetkan ngalamin hal-hal kayak gitu.
1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Kalau dipikir-pikir, overthinking itu sering muncul karena otak kita suka banget bikin “skenario film”. Kita jadi sutradara, penulis naskah, bahkan aktornya juga. Sayangnya, filmnya bukan komedi romantis yang bikin senyum-senyum, tapi lebih ke drama misteri yang bikin deg-degan nggak jelas. Misalnya, ada chat yang belum dibales.
Normalnya, orang mikir, “oh, mungkin dia sibuk.” Tapi kalau otak kita lagi overthinking, kepikirannya bisa panjang: “jangan-jangan dia marah, jangan-jangan aku salah ngomong, jangan-jangan dia benci aku sekarang.”


🎙️: Masalahnya, 90% dari skenario itu biasanya nggak pernah kejadian. Tapi tetap aja, pikiran kita muter terus kayak playlist lagu yang nggak bisa di-skip. Dan akibatnya, kita jadi gampang capek. Capek bukan karena aktivitas, tapi karena energi mental kita habis buat mikirin hal-hal yang belum tentu benar. Aku yakin beberapa dari kalian pernah ngerasain susah tidur gara-gara kepikiran hal sepele. Nah, itu salah satu efek klasik dari overthinking.
🏆1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Selain bikin capek, overthinking juga bisa menurunkan produktivitas. Bayangin aja, kita udah siap kerja atau belajar, tapi pikiran malah nyasar kemana-mana. Tugas belum dikerjain, tapi udah kepikiran 10 kemungkinan terburuk kalau kita gagal. Kayak laptop yang kebanyakan aplikasi dibuka, performa jadi lemot. Sama kayak kita, kebanyakan pikiran nggak penting malah bikin fokus buyar.

🎙️: Tapi, aku juga pengen kita lihat dari sisi lain. Overthinking itu nggak selalu negatif. Kadang, itu tanda kalau kita orangnya peduli, detail, dan nggak pengen gegabah dalam ambil keputusan. Misalnya, sebelum wawancara kerja, kita mikirin gimana cara jawab pertanyaan HRD. Itu bentuk persiapan juga kan? Jadi sebenarnya, overthinking masih bisa jadi hal positif asal porsinya pas. Yang bahaya kalau kebanyakan—ibarat makan micin, kalau sedikit bisa bikin enak, tapi kalau kebanyakan malah pusing.
1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Cara ngatasinnya bisa mulai dari hal kecil. Misalnya, latihan mindfulness biar fokus ke momen sekarang, bikin to-do list biar pikiran nggak kemana-mana, atau curhat ke orang yang bisa dipercaya. Kadang kita cuma butuh suara lain buat nenangin diri, bukan tambah ribut sama kepala sendiri.

🎙️: Kalau aku pribadi, kadang suka nulis di jurnal. Jadi apa yang muter di kepala aku tulis aja. Lucunya, setelah ditulis, pikiran itu malah kelihatan receh. Kayak, “masa aku segitunya mikirin chat yang nggak dibales?” Ternyata pas ditulis, itu hal kecil banget. Jadi tips lainnya, coba tuangin isi pikiran ke kertas, biar otak punya ruang lega.
1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Pada akhirnya, overthinking memang musuh paling setia. Tapi kita juga bisa belajar berdamai sama dia. Nggak perlu langsung hilang 100%, cukup kita kendalikan aja supaya nggak ngambil alih hidup kita. Ingat, pikiran itu kita yang punya, jadi kitalah yang berhak mengatur. Hidup udah cukup ribet, jangan ditambah ribet sama drama yang kita bikin sendiri.
🏆1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎙️: Oke, itu obrolan kita di episode pertama bareng aku, Jjren Deharsa. Aku harap cerita ini bisa bikin kalian ngerasa relate, sekaligus dapet sedikit pencerahan tentang gimana cara menghadapi overthinking. Terima kasih banyak sudah nemenin aku dari awal sampai akhir. Jangan lupa untuk terus stay tune, karena bakal ada banyak topik menarik yang siap kita bahas bareng di episode berikutnya.

Sampai jumpa, jaga diri, jaga pikiran, dan jangan lupa kasih istirahat buat kepala kalian. Byeee!

#ARCLORE
🏆2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Messages in this channel will be automatically deleted after 1 day
Messages in this channel will no longer be automatically deleted
‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎𝗦𝗨𝗥𝗔𝗧 𝗞𝗘𝗣𝗨𝗧𝗨𝗦𝗔𝗡
    ‌‌‌‌‌‌‎‌‌‌‌‌‌‎  ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

     ‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎     ‌‌‌‌‌‌‎Telegram, 13 September 2025
Nomor : 04.ARC/BLK/IX/2025
Lampiran: -
Perihal : Pencabutan Keanggotaan dan Pemblacklist-an.

Kepada:
Nama: Ryeshi Kajeirin
Divisi/Status: Admin SFS
Username: @rhyujiNsh
━━━━━━━━━━━━━━━━━━•

Dengan ini kami menyampaikan bahwa, setelah melalui dua tahap peringatan sebelumnya (SP1 dan SP2), serta tidak adanya tindakan korektif, tanggapan, atau perubahan sikap yang sejalan dengan sistem dan nilai A.R.C., maka kami menyatakan bahwa:

INDIVIDU TERSEBUT TELAH DINYATAKAN: (BLACKLISTED)

❐ Per Tanggal: 13 September 2025
❐ Status: Non-aktif Permanen / Tidak Dapat Bergabung Kembali
❐  Rincian dan Dasar Keputusan: Keputusan mutlak setelah beberapa kali melakukan perundingan dan memberikan kesempatan.
❐  Pelanggaran utama: Lepas tanggung jawab dari divisi yang sedang di ampu, tidak ada konfirmasi kelanjutan dan tidak pernah mengisi daftar hadir, belum terlaksananya tanggung jawab punishment, serta tidak adanya tanggapan dari SP1-SP2 yang sebelumnya sudah dikirimkan terlebih dahulu.

❐ Peringatan sebelumnya:
➥ SP1 – 20 Agustus 2025
➥ SP2 – 25 Agustus 2025
➥ Status respon: Tidak ada perbaikan, tidak aktif, atau pelanggaran lanjutan.
❐ Konsekuensi Blacklist:
1. Dikeluarkan dari seluruh platform internal A.R.C.
2. Tidak dapat mengikuti open member, hiring admin, atau kolaborasi A.R.C.
3. Dilarang menyebarkan, menyalin, atau mengaku sebagai bagian dari sistem internal squad.
4. Nama tercatat dalam arsip blacklist resmi Sylvex untuk evaluasi masa mendatang.

Surat ini bersifat resmi, final, dan tidak dapat diganggu gugat. Dikeluarkan demi menjaga kredibilitas struktur dan keharmonisan internal A.R.C.

Tertanda:
MAIN FOUNDER & HIGH COUNCIL ARC
@OFFICIALLARC
> marked IX : #ARCBLACKLIST
────────────────────
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🏆7
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM