Selamat malam, malam ini bahasnya cukup menarik ni. Saya dapat beberapa info, yang isinya tentang "seseorang yang bertahan dengan rasa sakit, karena cinta dan justru membuat dia jadi susah melepas pelaku sakitnya".
Dan parahnya, rasa sakitnya malah dianggap hal lumrah dalam hubungan itu, dianggap sebagai bentuk perjuangan, bentuk cinta yang tulus. Padahal faktanya, jauh dari apa yang dibilang. Sampe-sampe kita bisa dianggap "otaknya udah rusak karena bucin" padahal belum tentu.
So, this night episod. Ayo bahas tentang kasus itu, tidak bermaksud menyudutkan. Hanya bahas sekilas dengan lihat dari sisi pandang satu dengan sisi pandang lain.
Dan parahnya, rasa sakitnya malah dianggap hal lumrah dalam hubungan itu, dianggap sebagai bentuk perjuangan, bentuk cinta yang tulus. Padahal faktanya, jauh dari apa yang dibilang. Sampe-sampe kita bisa dianggap "otaknya udah rusak karena bucin" padahal belum tentu.
So, this night episod. Ayo bahas tentang kasus itu, tidak bermaksud menyudutkan. Hanya bahas sekilas dengan lihat dari sisi pandang satu dengan sisi pandang lain.
DISAKITIN MALAH MAKIN CINTA?
Dalam sudut pandang biologis, kasus seperti ini tu terjadi karena "rasa sakit" dan "rasa cinta" punya kemiripan respon dalam sel saraf otak kita. Hal ini dikarenakan, apa yang disebut Happy Hormon (hormon bahagia) ada didalam otak kita. Seperti :
Serotonin, Dopamin, Oksitosin dan Endorfin.
Semua hormon ini punya peran yang kadang membuat kita bingung akan rasa sakit dari orang lain dan rasa sayang/cinta untuk orang lain. Utamanya, Oksitosin.
Oksitosin ini muncul bukan hanya perihal cinta, tapi juga saat kita sedang stress, kerjanya adalah meredakan stress tersebut. Tapi, oksitosin juga bereaksi saat kita merasakan jatuh cinta. Karena itulah, oksitosin memicu Happy Hormon dalam otak kita.
Dalam sudut pandang biologis, kasus seperti ini tu terjadi karena "rasa sakit" dan "rasa cinta" punya kemiripan respon dalam sel saraf otak kita. Hal ini dikarenakan, apa yang disebut Happy Hormon (hormon bahagia) ada didalam otak kita. Seperti :
Serotonin, Dopamin, Oksitosin dan Endorfin.
Semua hormon ini punya peran yang kadang membuat kita bingung akan rasa sakit dari orang lain dan rasa sayang/cinta untuk orang lain. Utamanya, Oksitosin.
Oksitosin ini muncul bukan hanya perihal cinta, tapi juga saat kita sedang stress, kerjanya adalah meredakan stress tersebut. Tapi, oksitosin juga bereaksi saat kita merasakan jatuh cinta. Karena itulah, oksitosin memicu Happy Hormon dalam otak kita.
𝐒𝐇𝐈𝐓𝐓𝐏𝐎𝐒𝐓 𝐖𝐄𝐀𝐒𝐋𝐄𝐘𝐎𝐅𝐂
DISAKITIN MALAH MAKIN CINTA? Dalam sudut pandang biologis, kasus seperti ini tu terjadi karena "rasa sakit" dan "rasa cinta" punya kemiripan respon dalam sel saraf otak kita. Hal ini dikarenakan, apa yang disebut Happy Hormon (hormon bahagia) ada didalam…
Sedangkan dari sisi Psikologis.
Itu karena sebagian besar orang menganggap didalam hubungan dia dengan pasangan, dia tidak selalu dapat rasa sakit itu, tapi juga dapat rasa cinta dan sayang. Sehingga kita berpikir jika perilaku menyakiti itu, adalah suatu sikap pertukaran atau simple problem yang wajar dan terkadang disebut "kunci hubungan langgeng". Bahkan, kadang rasa sakit hebat bisa kalah oleh sejumput rasa sayang/cinta dari dia.
Kadang kita berpikir juga, jika rasa sakit yang kita alami adalah bentuk pengorbanan cinta yang kita jalani. Padahal, sebenarnya kita cuma belum tau bagaimana cara meregulasi emosi yang kita rasakan. Kita tidak tau apa yang sedang terjadi dalam diri kita, sehingga kita terjebak didalamnya.
Kenapa sebagian besar orang yang disakiti dalam relationship mereka justru malah jatuh cinta?
Itu karena sebagian besar orang menganggap didalam hubungan dia dengan pasangan, dia tidak selalu dapat rasa sakit itu, tapi juga dapat rasa cinta dan sayang. Sehingga kita berpikir jika perilaku menyakiti itu, adalah suatu sikap pertukaran atau simple problem yang wajar dan terkadang disebut "kunci hubungan langgeng". Bahkan, kadang rasa sakit hebat bisa kalah oleh sejumput rasa sayang/cinta dari dia.
Kadang kita berpikir juga, jika rasa sakit yang kita alami adalah bentuk pengorbanan cinta yang kita jalani. Padahal, sebenarnya kita cuma belum tau bagaimana cara meregulasi emosi yang kita rasakan. Kita tidak tau apa yang sedang terjadi dalam diri kita, sehingga kita terjebak didalamnya.
Meregulasi emosi itu yang bagaimana?
Meregulasi emosi adalah suatu kemampuan kompleks pada diri kita, tentang bagaimana kita bereaksi saat emosi dan bagaimana kita menyampaikan emosi tersebut. Contoh ni, saat marah kita bisa membabi buta. Tapi jika kita tahu cara meregulasi emosi, kita gaakan harus marah besar tapi justru penyampaian emosi yang ga sampe bikin suasana chaos.
Kemampuan meregulasi emosi ini sangat penting dan berguna untuk kita ketika kita dapat rasa sakit dari seseorang. Karena kita akan memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang disebut "rasa sakit/menyakiti" dan mana yang benar-benar disebut "sayang". Dan kita juga langsung stop di fakta bahwa dia sedang menyakiti kita, tanpa embel-embel atau pemikiran bahwa kita pantas diperlakukan seperti itu.
𝐒𝐇𝐈𝐓𝐓𝐏𝐎𝐒𝐓 𝐖𝐄𝐀𝐒𝐋𝐄𝐘𝐎𝐅𝐂
Meregulasi emosi itu yang bagaimana? Meregulasi emosi adalah suatu kemampuan kompleks pada diri kita, tentang bagaimana kita bereaksi saat emosi dan bagaimana kita menyampaikan emosi tersebut. Contoh ni, saat marah kita bisa membabi buta. Tapi jika kita tahu…
Terus kenapa kita harus punya kemampuan kayak gitu? jawabannya simple, untuk melindungi diri sendiri. Karena kalo kita tidak punya kemampuan meregulasi emosi, kita akan terperangkap di pemikiran bahwa kita "sedang mencintai", padahal sebenarnya kita sedang menghadapi rasa sakit aja (hal-hal yang selalu dirasain pas ada dihubungan gak sehat). Jadi bahaya banget kalo kita gaada/gatau tentang kemampuan itu.
KENAPA ORANG ITU MEWAJARKAN RASA SAKIT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PASANGAN?
Dan ini adalah jawaban yang di approve. Sebab bisa aja selama kita hidup, kita selalu melihat bagaimana orang-orang disekitar kita itu menjalin hubungan. Kayak contoh : Orang tua, saudara dan orang terdekat lain. Kita lihat orang tua kita atau saudara kita yang punya hubungan berpasangan tu sering berantem, kita pikir ya kayak gitu cinta yang ideal dan seharusnya. Padahal sebenarnya hubungan yang ideal tu harusnya Impowering (menguatkan satu sama lain) , bukan ngasih rasa sakit.
"Mungkin, karena selama ini seperti itulah cinta yang dia kenal. Selama ini dia cuma kenal cinta yang perlu berkorban dan mewajarkan rasa sakit."
Dan ini adalah jawaban yang di approve. Sebab bisa aja selama kita hidup, kita selalu melihat bagaimana orang-orang disekitar kita itu menjalin hubungan. Kayak contoh : Orang tua, saudara dan orang terdekat lain. Kita lihat orang tua kita atau saudara kita yang punya hubungan berpasangan tu sering berantem, kita pikir ya kayak gitu cinta yang ideal dan seharusnya. Padahal sebenarnya hubungan yang ideal tu harusnya Impowering (menguatkan satu sama lain) , bukan ngasih rasa sakit.
𝐒𝐇𝐈𝐓𝐓𝐏𝐎𝐒𝐓 𝐖𝐄𝐀𝐒𝐋𝐄𝐘𝐎𝐅𝐂
KENAPA ORANG ITU MEWAJARKAN RASA SAKIT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PASANGAN? "Mungkin, karena selama ini seperti itulah cinta yang dia kenal. Selama ini dia cuma kenal cinta yang perlu berkorban dan mewajarkan rasa sakit." Dan ini adalah jawaban yang di approve.…
Memang sulit melihat dengan jernih pas lagi ada di situasi kayak gini, disarankan untuk minta bantuan ke yang profesional atau setidaknya teman yang bijak yang kalian percaya, untuk bantu kamu melihat kondisi kamu dari sudut pandang yang objektif, yang bisa membuat kita dapat menilai seperti apa hubungan kita dan membuat keputusan apakah hubungan ini lanjut atau stop?
Karena pada nyatanya, kita hanya perlu diingatkan bahwa hubungan yang sehat tidak akan membuat kita merasa sakit terus menerus.
Karena sebuah hubungan yang sehat adalah sebuah kerjasama, kerjasama untuk menciptakan kedamaian dan kebahagian untuk satu sama lain.
Karena pada nyatanya, kita hanya perlu diingatkan bahwa hubungan yang sehat tidak akan membuat kita merasa sakit terus menerus.
Karena sebuah hubungan yang sehat adalah sebuah kerjasama, kerjasama untuk menciptakan kedamaian dan kebahagian untuk satu sama lain.
Saya rasa cukup ini yang saya sampaikan di podcast malam ini, saya harap setelah ini kamu yang lagi ada difase ini dapat pencerahan meskipun sedikit tentang hubungan sehat dan bisa berpikir bahwa kamu pantas mengenali dan dapat hubungan yang sehat tanpa rasa sakit apapun. Terima kasih, selamat istirahat.