Pairs : 1-2
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart.
If you speak or act with a corrupted heart, then suffering follows you – as the wheel of the cart, the track of the ox that pulls it.
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart.
If you speak or act with a calm, bright heart, then happiness follows you, like a shadow that never leaves.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
===============
Syair Berpasangan : 1-2
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak akan meninggalkan bendanya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart.
If you speak or act with a corrupted heart, then suffering follows you – as the wheel of the cart, the track of the ox that pulls it.
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart.
If you speak or act with a calm, bright heart, then happiness follows you, like a shadow that never leaves.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
===============
Syair Berpasangan : 1-2
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak akan meninggalkan bendanya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs: 3-6
‘He insulted me, hit me, beat me, robbed me’ –for those who brood on this, hostility isn’t stilled.
‘He insulted me, hit me, beat me, robbed me’– for those who don’t brood on this, hostility is stilled.
Hostilities aren’t stilled through hostility, regardless.
Hostilities are stilled through non-hostility: this, an unending truth.
Unlike those who don’t realize that we’re here on the verge of perishing, those who do: their quarrels are stilled.
=================
Syair Berpasangan : 3-6
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir.
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Jika seseorang sudah tidak menyimpan pikiran-pikiran seperti itu, maka kebencian akan berakhir.
Kebencian tak akan pernah berakhir, apabila dibalas dengan kebencian. Tetapi, kebencian akan pernah berakhir, Bila dibalas dengan tidak membenci. Inilah satu hukum abadi.
Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa, tetapi mereka yang dapat menyadari kebenaran ini, akan segera mengakhiri semua pertengkaran.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
‘He insulted me, hit me, beat me, robbed me’ –for those who brood on this, hostility isn’t stilled.
‘He insulted me, hit me, beat me, robbed me’– for those who don’t brood on this, hostility is stilled.
Hostilities aren’t stilled through hostility, regardless.
Hostilities are stilled through non-hostility: this, an unending truth.
Unlike those who don’t realize that we’re here on the verge of perishing, those who do: their quarrels are stilled.
=================
Syair Berpasangan : 3-6
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir.
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Jika seseorang sudah tidak menyimpan pikiran-pikiran seperti itu, maka kebencian akan berakhir.
Kebencian tak akan pernah berakhir, apabila dibalas dengan kebencian. Tetapi, kebencian akan pernah berakhir, Bila dibalas dengan tidak membenci. Inilah satu hukum abadi.
Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa, tetapi mereka yang dapat menyadari kebenaran ini, akan segera mengakhiri semua pertengkaran.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs:7-8
One who stays focused on the beautiful, is unrestrained with the senses, knowing no moderation in food, apathetic, unenergetic: Mara overcomes him as the wind, a weak tree.
One who stays focused on the foul, is restrained with regard to the senses, knowing moderation in food, full of conviction & energy: Mara does not overcome him as the wind, a mountain of rock.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
============
Syair Berpasangan : 7-8
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat, maka Mara akan menguasai dirinya. bagaikan angin yang menumbangkan pohon yang lapuk.
Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya terkendali, yang sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat, maka Mara tidak dapat menguasai dirinya. bagaikan angin yang tidak dapata menumbangkan gunung karang.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
One who stays focused on the beautiful, is unrestrained with the senses, knowing no moderation in food, apathetic, unenergetic: Mara overcomes him as the wind, a weak tree.
One who stays focused on the foul, is restrained with regard to the senses, knowing moderation in food, full of conviction & energy: Mara does not overcome him as the wind, a mountain of rock.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
============
Syair Berpasangan : 7-8
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat, maka Mara akan menguasai dirinya. bagaikan angin yang menumbangkan pohon yang lapuk.
Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya terkendali, yang sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat, maka Mara tidak dapat menguasai dirinya. bagaikan angin yang tidak dapata menumbangkan gunung karang.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 9-10
He who, depraved, devoid of truthfulness & self-control, puts on the ochre robe, doesn’t deserve the ochre robe.
But he who is free of depravity endowed with truthfulness & self-control, well-established in the precepts, truly deserves the ochre robe.
============
Syair Berpasangan : 9-10
Barang siapa yang belum bebas, dari kekotoran-kekotoran batin. yang tidak memiliki pengendalian diri, serta tidak mengerti kebenaran. sesungguhnya tidak patut, ia mengenakan jubah kuning.
Tetapi, ia yang telah dapat, membuang kekotoran-kekotoran batin. teguh dalam kesusilaan. memiliki pengendalian diri. serta mengerti kebenaran. maka sesungguhnya ia patut, mengenakan jubah kuning.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
He who, depraved, devoid of truthfulness & self-control, puts on the ochre robe, doesn’t deserve the ochre robe.
But he who is free of depravity endowed with truthfulness & self-control, well-established in the precepts, truly deserves the ochre robe.
============
Syair Berpasangan : 9-10
Barang siapa yang belum bebas, dari kekotoran-kekotoran batin. yang tidak memiliki pengendalian diri, serta tidak mengerti kebenaran. sesungguhnya tidak patut, ia mengenakan jubah kuning.
Tetapi, ia yang telah dapat, membuang kekotoran-kekotoran batin. teguh dalam kesusilaan. memiliki pengendalian diri. serta mengerti kebenaran. maka sesungguhnya ia patut, mengenakan jubah kuning.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness: 21-24
Heedfulness: the path to the Deathless.
Heedlessness: the path to death.
The heedful do not die.
The heedless are as if already dead.
Knowing this as a true distinction, those wise in heedfulness, rejoice in heedfulness, enjoying the range of the noble ones. The enlightened, constantly absorbed in jhana, persevering, firm in their effort: they touch Unbinding, the unexcelled rest from the yoke. Those with initiative, mindful, clean in action, acting with due consideration, heedful, restrained, living the Dhamma: their glory grows.
===============
Kewaspadaan : 21-24
Kewaspadaan adalah jalan menuju Kekekalan, kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.
Setelah mengerti hal ini dengan jelas, orang bijaksana akan bergembira dalam kewaspadaan dan bergembira dalam praktek para ariya.
Orang bijaksana yang tekun bersamadhi, hidup bersemangat dan selalu bersungguh-sungguh, pada akhirnya mencapai kebebasan mutlak.
Orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, Memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaannya akan bertambah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness: the path to the Deathless.
Heedlessness: the path to death.
The heedful do not die.
The heedless are as if already dead.
Knowing this as a true distinction, those wise in heedfulness, rejoice in heedfulness, enjoying the range of the noble ones. The enlightened, constantly absorbed in jhana, persevering, firm in their effort: they touch Unbinding, the unexcelled rest from the yoke. Those with initiative, mindful, clean in action, acting with due consideration, heedful, restrained, living the Dhamma: their glory grows.
===============
Kewaspadaan : 21-24
Kewaspadaan adalah jalan menuju Kekekalan, kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.
Setelah mengerti hal ini dengan jelas, orang bijaksana akan bergembira dalam kewaspadaan dan bergembira dalam praktek para ariya.
Orang bijaksana yang tekun bersamadhi, hidup bersemangat dan selalu bersungguh-sungguh, pada akhirnya mencapai kebebasan mutlak.
Orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, Memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaannya akan bertambah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness: 25
Through initiative, heedfulness, restraint, & self-control, the wise would make an island no flood can submerge.
===============
Kewaspadaan : 25
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin, dan pengendalian diri, hendaklah orang bijaksana, membuat pulau bagi dirinya sendiri, yang tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Through initiative, heedfulness, restraint, & self-control, the wise would make an island no flood can submerge.
===============
Kewaspadaan : 25
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin, dan pengendalian diri, hendaklah orang bijaksana, membuat pulau bagi dirinya sendiri, yang tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 26
They’re addicted to heedlessness –dullards, fools– while one who is wise cherishes heedfulness as his highest wealth.
===============
Kewaspadaan : 26
Orang dungu yang berpengertian dangkal, terlena dalam kelengahan, sebaliknya, orang bijaksana senantiasa menjaga kewaspadaan. seperti menjaga harta yang paling berharga.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
They’re addicted to heedlessness –dullards, fools– while one who is wise cherishes heedfulness as his highest wealth.
===============
Kewaspadaan : 26
Orang dungu yang berpengertian dangkal, terlena dalam kelengahan, sebaliknya, orang bijaksana senantiasa menjaga kewaspadaan. seperti menjaga harta yang paling berharga.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
