Pairs:7-8
One who stays focused on the beautiful, is unrestrained with the senses, knowing no moderation in food, apathetic, unenergetic: Mara overcomes him as the wind, a weak tree.
One who stays focused on the foul, is restrained with regard to the senses, knowing moderation in food, full of conviction & energy: Mara does not overcome him as the wind, a mountain of rock.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
============
Syair Berpasangan : 7-8
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat, maka Mara akan menguasai dirinya. bagaikan angin yang menumbangkan pohon yang lapuk.
Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya terkendali, yang sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat, maka Mara tidak dapat menguasai dirinya. bagaikan angin yang tidak dapata menumbangkan gunung karang.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
One who stays focused on the beautiful, is unrestrained with the senses, knowing no moderation in food, apathetic, unenergetic: Mara overcomes him as the wind, a weak tree.
One who stays focused on the foul, is restrained with regard to the senses, knowing moderation in food, full of conviction & energy: Mara does not overcome him as the wind, a mountain of rock.
~ Dhammapada, anthology of verses, is dharma directly spoken by the Buddha, part of the Khuddaka Nikaya 'minor collection' in the Sutta Tipitaka.
============
Syair Berpasangan : 7-8
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat, maka Mara akan menguasai dirinya. bagaikan angin yang menumbangkan pohon yang lapuk.
Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya terkendali, yang sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat, maka Mara tidak dapat menguasai dirinya. bagaikan angin yang tidak dapata menumbangkan gunung karang.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 9-10
He who, depraved, devoid of truthfulness & self-control, puts on the ochre robe, doesn’t deserve the ochre robe.
But he who is free of depravity endowed with truthfulness & self-control, well-established in the precepts, truly deserves the ochre robe.
============
Syair Berpasangan : 9-10
Barang siapa yang belum bebas, dari kekotoran-kekotoran batin. yang tidak memiliki pengendalian diri, serta tidak mengerti kebenaran. sesungguhnya tidak patut, ia mengenakan jubah kuning.
Tetapi, ia yang telah dapat, membuang kekotoran-kekotoran batin. teguh dalam kesusilaan. memiliki pengendalian diri. serta mengerti kebenaran. maka sesungguhnya ia patut, mengenakan jubah kuning.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
He who, depraved, devoid of truthfulness & self-control, puts on the ochre robe, doesn’t deserve the ochre robe.
But he who is free of depravity endowed with truthfulness & self-control, well-established in the precepts, truly deserves the ochre robe.
============
Syair Berpasangan : 9-10
Barang siapa yang belum bebas, dari kekotoran-kekotoran batin. yang tidak memiliki pengendalian diri, serta tidak mengerti kebenaran. sesungguhnya tidak patut, ia mengenakan jubah kuning.
Tetapi, ia yang telah dapat, membuang kekotoran-kekotoran batin. teguh dalam kesusilaan. memiliki pengendalian diri. serta mengerti kebenaran. maka sesungguhnya ia patut, mengenakan jubah kuning.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness: 21-24
Heedfulness: the path to the Deathless.
Heedlessness: the path to death.
The heedful do not die.
The heedless are as if already dead.
Knowing this as a true distinction, those wise in heedfulness, rejoice in heedfulness, enjoying the range of the noble ones. The enlightened, constantly absorbed in jhana, persevering, firm in their effort: they touch Unbinding, the unexcelled rest from the yoke. Those with initiative, mindful, clean in action, acting with due consideration, heedful, restrained, living the Dhamma: their glory grows.
===============
Kewaspadaan : 21-24
Kewaspadaan adalah jalan menuju Kekekalan, kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.
Setelah mengerti hal ini dengan jelas, orang bijaksana akan bergembira dalam kewaspadaan dan bergembira dalam praktek para ariya.
Orang bijaksana yang tekun bersamadhi, hidup bersemangat dan selalu bersungguh-sungguh, pada akhirnya mencapai kebebasan mutlak.
Orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, Memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaannya akan bertambah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness: the path to the Deathless.
Heedlessness: the path to death.
The heedful do not die.
The heedless are as if already dead.
Knowing this as a true distinction, those wise in heedfulness, rejoice in heedfulness, enjoying the range of the noble ones. The enlightened, constantly absorbed in jhana, persevering, firm in their effort: they touch Unbinding, the unexcelled rest from the yoke. Those with initiative, mindful, clean in action, acting with due consideration, heedful, restrained, living the Dhamma: their glory grows.
===============
Kewaspadaan : 21-24
Kewaspadaan adalah jalan menuju Kekekalan, kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati.
Setelah mengerti hal ini dengan jelas, orang bijaksana akan bergembira dalam kewaspadaan dan bergembira dalam praktek para ariya.
Orang bijaksana yang tekun bersamadhi, hidup bersemangat dan selalu bersungguh-sungguh, pada akhirnya mencapai kebebasan mutlak.
Orang yang penuh semangat, selalu sadar, murni dalam perbuatan, Memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaannya akan bertambah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness: 25
Through initiative, heedfulness, restraint, & self-control, the wise would make an island no flood can submerge.
===============
Kewaspadaan : 25
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin, dan pengendalian diri, hendaklah orang bijaksana, membuat pulau bagi dirinya sendiri, yang tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Through initiative, heedfulness, restraint, & self-control, the wise would make an island no flood can submerge.
===============
Kewaspadaan : 25
Dengan usaha yang tekun, semangat, disiplin, dan pengendalian diri, hendaklah orang bijaksana, membuat pulau bagi dirinya sendiri, yang tidak dapat ditenggelamkan oleh banjir.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 26
They’re addicted to heedlessness –dullards, fools– while one who is wise cherishes heedfulness as his highest wealth.
===============
Kewaspadaan : 26
Orang dungu yang berpengertian dangkal, terlena dalam kelengahan, sebaliknya, orang bijaksana senantiasa menjaga kewaspadaan. seperti menjaga harta yang paling berharga.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
They’re addicted to heedlessness –dullards, fools– while one who is wise cherishes heedfulness as his highest wealth.
===============
Kewaspadaan : 26
Orang dungu yang berpengertian dangkal, terlena dalam kelengahan, sebaliknya, orang bijaksana senantiasa menjaga kewaspadaan. seperti menjaga harta yang paling berharga.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
heṭṭhā ... pādatalesu cakkāni jātāni, sahassārāni sanemikāni sanābhikāni sabbākāraparipūrāni...
Under the soles of His feet there are wheels, with a thousand rims and naves, complete in every way...
Thirty-two marks of a Great Man (mahā purisa lakkhaņa) in The Digha Nikaya, "Discourse of the Marks" (Pali: Lakkhaṇa Sutta) (DN 30)
Under the soles of His feet there are wheels, with a thousand rims and naves, complete in every way...
Thirty-two marks of a Great Man (mahā purisa lakkhaņa) in The Digha Nikaya, "Discourse of the Marks" (Pali: Lakkhaṇa Sutta) (DN 30)
Heedfulness : 27
Don’t give way to heedlessness or to intimacy with sensual delight– for a heedful person, absorbed in jhana, attains an abundance of ease.
===============
Kewaspadaan : 27
Jangan terlena dalam kelengahan, Jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indria. Orang yang waspada dan rajin bersamadhi, akan memperoleh kebahagiaan sejati.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Don’t give way to heedlessness or to intimacy with sensual delight– for a heedful person, absorbed in jhana, attains an abundance of ease.
===============
Kewaspadaan : 27
Jangan terlena dalam kelengahan, Jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indria. Orang yang waspada dan rajin bersamadhi, akan memperoleh kebahagiaan sejati.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 28
When the wise person drives out heedlessness with heedfulness, having climbed the high tower of discernment, sorrow-free, he observes the sorrowing crowd– as the enlightened man, having scaled a summit, the fools on the ground below.
===============
Kewaspadaan : 28
Bilamana orang bijaksana, telah mengatasi kelengahan dengan kewaspadaan, maka ia akan bebas dari kesedihan, seakan memanjat menara kebijaksanaan, dan memandang orang-orang yang menderita di sekelilingnya, seperti seseorang yang berdiri diatas gunung memandang mereka yang berada di bawah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
When the wise person drives out heedlessness with heedfulness, having climbed the high tower of discernment, sorrow-free, he observes the sorrowing crowd– as the enlightened man, having scaled a summit, the fools on the ground below.
===============
Kewaspadaan : 28
Bilamana orang bijaksana, telah mengatasi kelengahan dengan kewaspadaan, maka ia akan bebas dari kesedihan, seakan memanjat menara kebijaksanaan, dan memandang orang-orang yang menderita di sekelilingnya, seperti seseorang yang berdiri diatas gunung memandang mereka yang berada di bawah.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 29
Heedful among the heedless, wakeful among those asleep, just as a fast horse advances, leaving the weak behind: so the wise.
===============
Kewaspadaan : 29
Waspada di antara yang lengah, berjaga di antara yang tertidur, orang bijaksana akan maju terus, bagaikan seekor kuda yang tangkas berlari meninggalkan kuda yang lemah di belakangnya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedful among the heedless, wakeful among those asleep, just as a fast horse advances, leaving the weak behind: so the wise.
===============
Kewaspadaan : 29
Waspada di antara yang lengah, berjaga di antara yang tertidur, orang bijaksana akan maju terus, bagaikan seekor kuda yang tangkas berlari meninggalkan kuda yang lemah di belakangnya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 30
Through heedfulness, Indra won to lordship over the devas.
Heedfulness is praised, heedlessness censured– always.
===============
Kewaspadaan : 30
Dengan menyempurnakan kewaspadaan, Dewa Sakka dapat mencapai tingkat pemimpin di antara para dewa. Sesungguhnya, kewaspadaan itu akan selalu dipuji, dan kelengahan akan selalu dicela.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Through heedfulness, Indra won to lordship over the devas.
Heedfulness is praised, heedlessness censured– always.
===============
Kewaspadaan : 30
Dengan menyempurnakan kewaspadaan, Dewa Sakka dapat mencapai tingkat pemimpin di antara para dewa. Sesungguhnya, kewaspadaan itu akan selalu dipuji, dan kelengahan akan selalu dicela.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Heedfulness : 31 - 32
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness, advances like a fire, burning fetters great & small.
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness –incapable of falling back– stands right on the verge of Unbinding.
===============
Kewaspadaan : 31-32
Seorang bhikkhu, yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, akan maju terus membakar semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu, baik yang besar maupun yang kecil.
Seorang bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, tak akan terperosok lagi, Ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness, advances like a fire, burning fetters great & small.
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness –incapable of falling back– stands right on the verge of Unbinding.
===============
Kewaspadaan : 31-32
Seorang bhikkhu, yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, akan maju terus membakar semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu, baik yang besar maupun yang kecil.
Seorang bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, tak akan terperosok lagi, Ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
