Dhammapada - Buddha Dharma Teachings – Telegram
Dhammapada - Buddha Dharma Teachings
1.44K subscribers
2.09K photos
1.47K links
Daily teachings of the Dhammapada, beloved and favorite teachings of the Buddha
Download Telegram
Heedfulness : 26

They’re addicted to heedlessness –dullards, fools– while one who is wise cherishes heedfulness as his highest wealth.

===============

Kewaspadaan : 26

Orang dungu yang berpengertian dangkal, terlena dalam kelengahan, sebaliknya, orang bijaksana senantiasa menjaga kewaspadaan. seperti menjaga harta yang paling berharga.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
heṭṭhā ... pādatalesu cakkāni jātāni, sahassārāni sanemikāni sanābhikāni sabbākāraparipūrāni...

Under the soles of His feet there are wheels, with a thousand rims and naves, complete in every way...


Thirty-two marks of a Great Man (mahā purisa lakkhaņa) in The Digha Nikaya, "Discourse of the Marks" (Pali: Lakkhaṇa Sutta) (DN 30)
Heedfulness : 27
Don’t give way to heedlessness or to intimacy with sensual delight– for a heedful person, absorbed in jhana, attains an abundance of ease.

===============

Kewaspadaan : 27

Jangan terlena dalam kelengahan, Jangan terikat pada kesenangan-kesenangan indria. Orang yang waspada dan rajin bersamadhi, akan memperoleh kebahagiaan sejati.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness : 28

When the wise person drives out heedlessness with heedfulness, having climbed the high tower of discernment, sorrow-free, he observes the sorrowing crowd– as the enlightened man, having scaled a summit, the fools on the ground below.

===============

Kewaspadaan : 28

Bilamana orang bijaksana, telah mengatasi kelengahan dengan kewaspadaan, maka ia akan bebas dari kesedihan, seakan memanjat menara kebijaksanaan, dan memandang orang-orang yang menderita di sekelilingnya, seperti seseorang yang berdiri diatas gunung memandang mereka yang berada di bawah.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness : 29

Heedful among the heedless, wakeful among those asleep, just as a fast horse advances, leaving the weak behind: so the wise.

===============

Kewaspadaan : 29

Waspada di antara yang lengah, berjaga di antara yang tertidur, orang bijaksana akan maju terus, bagaikan seekor kuda yang tangkas berlari meninggalkan kuda yang lemah di belakangnya.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness : 30

Through heedfulness, Indra won to lordship over the devas.
Heedfulness is praised, heedlessness censured– always.

===============

Kewaspadaan : 30

Dengan menyempurnakan kewaspadaan, Dewa Sakka dapat mencapai tingkat pemimpin di antara para dewa. Sesungguhnya, kewaspadaan itu akan selalu dipuji, dan kelengahan akan selalu dicela.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Heedfulness : 31 - 32

The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness, advances like a fire, burning fetters great & small.
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness –incapable of falling back– stands right on the verge of Unbinding.

===============

Kewaspadaan : 31-32

Seorang bhikkhu, yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, akan maju terus membakar semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu, baik yang besar maupun yang kecil.
Seorang bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, tak akan terperosok lagi, Ia sudah berada di ambang pintu nibbana.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
The Great Unification Buddha, a 108 ton gilt-bronze Buddha statue, called "Tongil Daebul", Sinheungsa Buddhist temple, Mount Seorak, South Korea.
🏆1
Pairs : 11 - 12
Those who regard non-essence as essence and see essence as non-, don’t get to the essence, ranging about in wrong resolves.
But those who know essence as essence, and non-essence as non-, get to the essence, ranging about in right resolves.

============

Syair Berpasangan : 11 - 12
Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Buddha Sakolsima Mongkhon "Luang Pho Khao", Wat Thep Phithak Punnaram Buddhist temple, Khao Siat Ah, Ban Klang Dong, Pak Chong District, Nakhon Ratchasima, Thailand.
👍1
Pairs : 13 - 14

As rain seeps into an ill-thatched hut, so passion, the undeveloped mind.
As rain doesn’t seep into a well-thatched hut, so passion does not, the well-developed mind.

============

Syair Berpasangan : 13 - 14

Bagaikan hujan, yang dapat menembus rumah beratap tiris. demikian pula nafsu, akan dapat menembus pikiran yang tidak dikembangkan dengan baik.
Bagaikan hujan, yang tidak dapat menembus rumah beratap baik. demikian pula nafsu, tidak dapat menembus pikiran yang telah dikembangkan dengan baik.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Pairs : 15 - 18

Here he grieves
he grieves hereafter.
In both worlds the wrong-doer grieves.

He grieves, he’s afflicted,
seeing the corruption of his deeds.

Here he rejoices,
he rejoices hereafter.

In both worlds the merit-maker rejoices.
He rejoices, is jubilant, seeing the purity of his deeds.

Here he’s tormented,
he’s tormented hereafter.

In both worlds the wrong-doer’s tormented.
He’s tormented at the thought,
‘I’ve done wrong.’
Having gone to a bad destination,
he’s tormented all the more.

Here he delights,
he delights hereafter.

In both worlds the merit-maker delights.
He delights at the thought,
‘I’ve made merit.’
Having gone to a good destination,
he delights all the more.

============

Syair Berpasangan : 15-18

Di dunia ini ia bersedih hati. di dunia sana ia bersedih hati. pelaku kejahatan akan bersedih hati di kedua dunia itu. ia bersedih hati dan meratap, karena melihat perbuatannya sendiri yang tidak bersih.

Di dunia ini ia bergembira. di dunia sana ia bergembira. pelaku kebajikan bergembira di kedua dunia itu. ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih.

Di dunia ini ia menderita. di dunia sana ia menderita. pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. ia meratap ketika berpikir, "Aku telah berbuat jahat,", dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara.

Di dunia ini ia bahagia. di dunia sana ia berbahagia. pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu. ia akan berbahagia ketika berpikir, "Aku telah berbuat bajik,", dan ia akan lebih berbahagia lagi, ketika berada di alam bahagia.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Pairs : 19-20

If he recites many teachings, but –heedless man– doesn’t do what they say, like a cowherd counting the cattle of others, he has no share in the contemplative life.

If he recites next to nothing but follows the Dhamma in line with the Dhamma; abandoning passion, aversion, delusion; alert, his mind well released, not clinging either here or hereafter: he has his share in the contemplative life.

============

Syair Berpasangan : 19 - 20

Biarpun banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai ajaran, maka orang lengah itu, sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. Ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

Biarpun sedikit membaca kitab suci, tetapi berbuat sesuai ajaran, menyingkirkan nafsu indra, kebencian dan ketidaktahuan, memiliki pengetahuan benar dan batin yang bebas dari nafsu, tidak melekat pada apapun baik di sini maupun di sana, maka ia akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha