Heedfulness : 31 - 32
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness, advances like a fire, burning fetters great & small.
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness –incapable of falling back– stands right on the verge of Unbinding.
===============
Kewaspadaan : 31-32
Seorang bhikkhu, yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, akan maju terus membakar semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu, baik yang besar maupun yang kecil.
Seorang bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, tak akan terperosok lagi, Ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness, advances like a fire, burning fetters great & small.
The monk delighting in heedfulness, seeing danger in heedlessness –incapable of falling back– stands right on the verge of Unbinding.
===============
Kewaspadaan : 31-32
Seorang bhikkhu, yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, akan maju terus membakar semua rintangan batin, bagaikan api membakar kayu, baik yang besar maupun yang kecil.
Seorang bhikkhu yang bergembira dalam kewaspadaan, dan melihat bahaya dalam kelengahan, tak akan terperosok lagi, Ia sudah berada di ambang pintu nibbana.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 11 - 12
Those who regard non-essence as essence and see essence as non-, don’t get to the essence, ranging about in wrong resolves.
But those who know essence as essence, and non-essence as non-, get to the essence, ranging about in right resolves.
============
Syair Berpasangan : 11 - 12
Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Those who regard non-essence as essence and see essence as non-, don’t get to the essence, ranging about in wrong resolves.
But those who know essence as essence, and non-essence as non-, get to the essence, ranging about in right resolves.
============
Syair Berpasangan : 11 - 12
Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 13 - 14
As rain seeps into an ill-thatched hut, so passion, the undeveloped mind.
As rain doesn’t seep into a well-thatched hut, so passion does not, the well-developed mind.
============
Syair Berpasangan : 13 - 14
Bagaikan hujan, yang dapat menembus rumah beratap tiris. demikian pula nafsu, akan dapat menembus pikiran yang tidak dikembangkan dengan baik.
Bagaikan hujan, yang tidak dapat menembus rumah beratap baik. demikian pula nafsu, tidak dapat menembus pikiran yang telah dikembangkan dengan baik.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
As rain seeps into an ill-thatched hut, so passion, the undeveloped mind.
As rain doesn’t seep into a well-thatched hut, so passion does not, the well-developed mind.
============
Syair Berpasangan : 13 - 14
Bagaikan hujan, yang dapat menembus rumah beratap tiris. demikian pula nafsu, akan dapat menembus pikiran yang tidak dikembangkan dengan baik.
Bagaikan hujan, yang tidak dapat menembus rumah beratap baik. demikian pula nafsu, tidak dapat menembus pikiran yang telah dikembangkan dengan baik.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 15 - 18
Here he grieves
he grieves hereafter.
In both worlds the wrong-doer grieves.
He grieves, he’s afflicted,
seeing the corruption of his deeds.
Here he rejoices,
he rejoices hereafter.
In both worlds the merit-maker rejoices.
He rejoices, is jubilant, seeing the purity of his deeds.
Here he’s tormented,
he’s tormented hereafter.
In both worlds the wrong-doer’s tormented.
He’s tormented at the thought,
‘I’ve done wrong.’
Having gone to a bad destination,
he’s tormented all the more.
Here he delights,
he delights hereafter.
In both worlds the merit-maker delights.
He delights at the thought,
‘I’ve made merit.’
Having gone to a good destination,
he delights all the more.
============
Syair Berpasangan : 15-18
Di dunia ini ia bersedih hati. di dunia sana ia bersedih hati. pelaku kejahatan akan bersedih hati di kedua dunia itu. ia bersedih hati dan meratap, karena melihat perbuatannya sendiri yang tidak bersih.
Di dunia ini ia bergembira. di dunia sana ia bergembira. pelaku kebajikan bergembira di kedua dunia itu. ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih.
Di dunia ini ia menderita. di dunia sana ia menderita. pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. ia meratap ketika berpikir, "Aku telah berbuat jahat,", dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara.
Di dunia ini ia bahagia. di dunia sana ia berbahagia. pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu. ia akan berbahagia ketika berpikir, "Aku telah berbuat bajik,", dan ia akan lebih berbahagia lagi, ketika berada di alam bahagia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Here he grieves
he grieves hereafter.
In both worlds the wrong-doer grieves.
He grieves, he’s afflicted,
seeing the corruption of his deeds.
Here he rejoices,
he rejoices hereafter.
In both worlds the merit-maker rejoices.
He rejoices, is jubilant, seeing the purity of his deeds.
Here he’s tormented,
he’s tormented hereafter.
In both worlds the wrong-doer’s tormented.
He’s tormented at the thought,
‘I’ve done wrong.’
Having gone to a bad destination,
he’s tormented all the more.
Here he delights,
he delights hereafter.
In both worlds the merit-maker delights.
He delights at the thought,
‘I’ve made merit.’
Having gone to a good destination,
he delights all the more.
============
Syair Berpasangan : 15-18
Di dunia ini ia bersedih hati. di dunia sana ia bersedih hati. pelaku kejahatan akan bersedih hati di kedua dunia itu. ia bersedih hati dan meratap, karena melihat perbuatannya sendiri yang tidak bersih.
Di dunia ini ia bergembira. di dunia sana ia bergembira. pelaku kebajikan bergembira di kedua dunia itu. ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih.
Di dunia ini ia menderita. di dunia sana ia menderita. pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. ia meratap ketika berpikir, "Aku telah berbuat jahat,", dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara.
Di dunia ini ia bahagia. di dunia sana ia berbahagia. pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu. ia akan berbahagia ketika berpikir, "Aku telah berbuat bajik,", dan ia akan lebih berbahagia lagi, ketika berada di alam bahagia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Pairs : 19-20
If he recites many teachings, but –heedless man– doesn’t do what they say, like a cowherd counting the cattle of others, he has no share in the contemplative life.
If he recites next to nothing but follows the Dhamma in line with the Dhamma; abandoning passion, aversion, delusion; alert, his mind well released, not clinging either here or hereafter: he has his share in the contemplative life.
============
Syair Berpasangan : 19 - 20
Biarpun banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai ajaran, maka orang lengah itu, sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. Ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.
Biarpun sedikit membaca kitab suci, tetapi berbuat sesuai ajaran, menyingkirkan nafsu indra, kebencian dan ketidaktahuan, memiliki pengetahuan benar dan batin yang bebas dari nafsu, tidak melekat pada apapun baik di sini maupun di sana, maka ia akan memperoleh manfaat kehidupan suci.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
If he recites many teachings, but –heedless man– doesn’t do what they say, like a cowherd counting the cattle of others, he has no share in the contemplative life.
If he recites next to nothing but follows the Dhamma in line with the Dhamma; abandoning passion, aversion, delusion; alert, his mind well released, not clinging either here or hereafter: he has his share in the contemplative life.
============
Syair Berpasangan : 19 - 20
Biarpun banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai ajaran, maka orang lengah itu, sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. Ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.
Biarpun sedikit membaca kitab suci, tetapi berbuat sesuai ajaran, menyingkirkan nafsu indra, kebencian dan ketidaktahuan, memiliki pengetahuan benar dan batin yang bebas dari nafsu, tidak melekat pada apapun baik di sini maupun di sana, maka ia akan memperoleh manfaat kehidupan suci.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
The Kandy Esala Perahera (the Sri Dalada Perahara procession of Kandy) or The Festival of the Tooth is a historical procession held annually to pay homage to the Sacred Tooth Relic of Buddha housed at the Sri Dalada Maligawa in Kandy. The festival ends with the traditional Diya-kepeema ritual, a water cutting ceremony which is held at the Mahaweli River at Getambe, Kandy.
🎉1
The Mind : 33 - 37
Quivering, wavering, hard to guard, to hold in check: the mind.
The sage makes it straight– like a fletcher, the shaft of an arrow. Like a fish pulled from its home in the water & thrown on land: this mind flips & flaps about to escape Mara’s sway.
Hard to hold down, nimble, alighting wherever it likes: the mind. Its taming is good. The mind well-tamed brings ease.
So hard to see, so very, very subtle, alighting wherever it likes: the mind.
The wise should guard it. The mind protected brings ease. Wandering far, going alone, bodiless, lying in a cave: the mind.
Those who restrain it: from Mara’s bonds they’ll be freed.
===================
Pikiran : 33-37
Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, pikiran susah dikendalikan dan dikuasai. Orang bijaksana meluruskannya bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah.
Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, pikiran susah dikendalikan dan dikuasai. Orang bijaksana meluruskannya bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah.
Sukar mengendalikan pikiran yang binal dan senang mengembara sesuka hatinya. Adalah baik untuk mengendalikan pikiran, suatu pengendalian pikiran yang baik akan membawa kebahagiaan.
Pikiran sangat sulit untuk dilihat, amat lembut dan halus, pikiran bergerak sesuka hatinya. Orang bijaksana selalu menjaga pikirannya, seseorang yang menjaga pikirannya akan berbahagia.Pikiran itu selalu mengembara jauh, tidak berwujud, dan terletak jauh di lubuk hati. Mereka yang dapat mengendalikannya, akan bebas dari jeratan Mara.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Quivering, wavering, hard to guard, to hold in check: the mind.
The sage makes it straight– like a fletcher, the shaft of an arrow. Like a fish pulled from its home in the water & thrown on land: this mind flips & flaps about to escape Mara’s sway.
Hard to hold down, nimble, alighting wherever it likes: the mind. Its taming is good. The mind well-tamed brings ease.
So hard to see, so very, very subtle, alighting wherever it likes: the mind.
The wise should guard it. The mind protected brings ease. Wandering far, going alone, bodiless, lying in a cave: the mind.
Those who restrain it: from Mara’s bonds they’ll be freed.
===================
Pikiran : 33-37
Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, pikiran susah dikendalikan dan dikuasai. Orang bijaksana meluruskannya bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah.
Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, pikiran susah dikendalikan dan dikuasai. Orang bijaksana meluruskannya bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah.
Sukar mengendalikan pikiran yang binal dan senang mengembara sesuka hatinya. Adalah baik untuk mengendalikan pikiran, suatu pengendalian pikiran yang baik akan membawa kebahagiaan.
Pikiran sangat sulit untuk dilihat, amat lembut dan halus, pikiran bergerak sesuka hatinya. Orang bijaksana selalu menjaga pikirannya, seseorang yang menjaga pikirannya akan berbahagia.Pikiran itu selalu mengembara jauh, tidak berwujud, dan terletak jauh di lubuk hati. Mereka yang dapat mengendalikannya, akan bebas dari jeratan Mara.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
The Mind : 38
For a person of unsteady mind, not knowing true Dhamma, serenity set adrift: discernment doesn’t grow full.
===================
Pikiran : 38
Orang yang pikirannya tidak teguh, yang tidak mengenal ajaran yang benar, yang keyakinannya selalu goyah, orang seperti itu tidak akan sempurna kebijaksanaannya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
For a person of unsteady mind, not knowing true Dhamma, serenity set adrift: discernment doesn’t grow full.
===================
Pikiran : 38
Orang yang pikirannya tidak teguh, yang tidak mengenal ajaran yang benar, yang keyakinannya selalu goyah, orang seperti itu tidak akan sempurna kebijaksanaannya.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
The Mind : 39
For a person of unsoddened mind, unassaulted awareness, abandoning merit & evil, wakeful, there is no danger, no fear.
===================
Pikiran : 39
Orang yang pikirannya tidak dikuasai oleh nafsu dan kebencian, yang telah mengatasi keadaan baik dan buruk, di dalam diri orang yang selalu sadar seperti itu tidak ada lagi ketakutan.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
For a person of unsoddened mind, unassaulted awareness, abandoning merit & evil, wakeful, there is no danger, no fear.
===================
Pikiran : 39
Orang yang pikirannya tidak dikuasai oleh nafsu dan kebencian, yang telah mengatasi keadaan baik dan buruk, di dalam diri orang yang selalu sadar seperti itu tidak ada lagi ketakutan.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
The Mind : 40
Knowing this body is like a clay jar, securing this mind like a fort, attack Mara with the spear of discernment, then guard what’s won without settling there, without laying claim.
===================
Pikiran : 40
Dengan mengetahui bahwa tubuh ini rapuh bagaikan tempayan, hendaknya seseorang memperkokoh pikirannya bagaikan benteng kota, dan melenyapkan Mara dengan senjata kebijaksanaan. Ia harus menjaga apa yang telah dicapainya, dan hidup tanpa ikatan lagi.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Knowing this body is like a clay jar, securing this mind like a fort, attack Mara with the spear of discernment, then guard what’s won without settling there, without laying claim.
===================
Pikiran : 40
Dengan mengetahui bahwa tubuh ini rapuh bagaikan tempayan, hendaknya seseorang memperkokoh pikirannya bagaikan benteng kota, dan melenyapkan Mara dengan senjata kebijaksanaan. Ia harus menjaga apa yang telah dicapainya, dan hidup tanpa ikatan lagi.
Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
