Dhammapada - Buddha Dharma Teachings – Telegram
Dhammapada - Buddha Dharma Teachings
1.44K subscribers
2.09K photos
1.47K links
Daily teachings of the Dhammapada, beloved and favorite teachings of the Buddha
Download Telegram
Fools : 61
If, in your course, you don’t meet
your equal, your better,
then continue your course,
firmly,
alone.

There’s no fellowship with fools.

========================

Orang Bodoh : 61

Apabila dalam pengembaraan seseorang tidak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya, maka hendaklah ia tetap melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Janganlah bergaul dengan orang bodoh.

Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:

https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Fools : 62

‘I have sons, I have wealth’–
the fool torments himself.
When even he himself
doesn’t belong to himself,
how then sons?
How wealth?

========================
Orang Bodoh : 62

"Anak-anak ini milikku, kekayaan ini milikku," demikianlah pikiran orang bodoh. Apabila dirinya sendiri sebenarnya bukan merupakan miliknya, bagaimana mungkin anak dan kekayaan itu menjadi miliknya?

Join Words of the Buddha, daily Buddha dharma teachings:

https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Fools : 63

A fool with a sense of his foolishness
is–at least to that extent–wise.
But a fool who thinks himself wise
really deserves to be called
a fool.

========================

Orang Bodoh : 63

Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana, tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh.

Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Fools : 64-65


Even if for a lifetime
the fool stays with the wise,
he knows nothing of the Dhamma–
as the ladle,
the taste of the soup.

Even if for a moment,
the perceptive person stays with the wise,
he immediately knows the Dhamma–
as the tongue,
the taste of the soup.

========================

Orang Bodoh : 64-65

Orang bodoh, walaupun selama hidupnya bergaul dengan orang bijaksana, tetap tidak akan mengerti Dhamma, bagaikan sendok yang tidak dapat merasakan rasa sayur.

Walaupun hanya sesaat saja orang pandai bergaul dengan orang bijaksana, namun dengan segera ia akan dapat mengerti Dhamma, bagaikan lidah yang dapat merasakan rasa sayur.

Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
👍2
Fools : 66


Fools, their wisdom weak,
are their own enemies
as they go through life,
doing evil
that bears
bitter fruit.

========================

Orang Bodoh : 66

Orang bodoh yang dangkal pengetahuannya, memperlakukan diri sendiri seperti musuh, ia melakukan perbuatan jahat yang akan menghasikan buah yang pahit.

Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Buddha spoke to Venerable Ananda. “It may be, Ananda, that some of you will say, ‘without the Buddha, the Sublime Teacher, there is no teacher for us’. No, Ananda, you should not think in this way. Whatever doctrine and discipline taught and made known by Me will be your teacher when I am gone.”

Then the Buddha addressed all the monks once more, and these were the very last words he spoke:

“Behold, O monks, this is my last advice to you. All component things in the world are impermanent. They are not lasting. Work hard to gain your own salvation.”

Then the Buddha lapsed into the jhana stages, or meditative absorptions. Going from level to level, one after the other, ever deeper and deeper. Then he came out of the meditative absorption for the last time and passed into nirvana, leaving nothing whatever behind that can cause rebirth again in this or any other world.

Quoted from the Life of the Buddha, Chapter Buddha's Last Words by Venerable Siridhamma Thero.
💯1
Fools : 67-68


It’s not good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you regret,
whose result you reap crying,
your face in tears.
It’s good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you don’t regret,
whose result you reap gratified,
happy at heart.

========================

Orang Bodoh : 67-68

Bilamana suatu perbuatan setelah selesai dilakukan membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu tidak baik. Orang itu akan menerima akibat perbuatannya dengan ratap tangis dan wajah yang berlinang air mata.

Bila suatu perbuatan setelah dilakukan tidak membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya dengan hati gembira dan puas.

Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Fools : 69


As long as evil has yet to ripen,
the fool mistakes it for honey.
But when that evil ripens,
the fool falls into
pain.

========================

Orang Bodoh : 69

Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh akan menganggapnya manis seperti madu, tetapi apabila buah perbuatannya itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya penderitaan.

Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Fools : 70


Month after month
the fool might eat
only a tip-of-grass measure of food,
but he wouldn’t be worth
one sixteenth
of those who’ve fathomed
the Dhamma.

========================

Orang Bodoh : 70

Biarpun bulan demi bulan orang bodoh memakan makanannya dengan ujung rumput kusa, namun demikian ia tidak berharga seperenambelas bagian dari mereka yang telah mengerti Dhamma dengan baik.

Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
The Great Buddha, a giant white Buddha statue in dhyana mudra position, Bodhgaya, Bihar, Bharat Ganarajya.
1
Fools : 71


An evil deed, when done,
doesn’t–like ready milk–
come out right away.
It follows the fool,
smoldering
like a fire
hidden in ashes.

========================

Orang Bodoh : 71

Suatu perbuatan jahat yang telah dilakukan, tidak segera menghasilkan buah, seperti air susu yang tidak langsung menjadi dadih, demikianlah perbuatan jahat itu membara mengikuti orang bodoh, seperti api yang ditutupi abu.

Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Entrance to Bayon temple, Cambodia
🏆1
Fools : 72-74


Only for his ruin
does renown come to the fool.
It ravages his bright fortune
& rips his head apart.
He would want unwarranted status,
preeminence among monks,
authority
among monasteries,
homage
from lay families.

‘Let householders & those gone forth
both think that this
was done by me alone.
May I alone determine
what’s a duty, what’s not’:
the resolve of a fool
as they grow–
his desire & pride.

========================

Orang Bodoh : 72-74

Orang bodoh mendapat pengetahuan dan kemashuran yang menuju kepada kehancuran, Pengetahuan dan kemashurannya itu akan menghancurkan semua perbuatan baiknya, dan akan membelah kepalanya sendiri.

Seorang bhikkhu yang bodoh, menginginkan ketenangan yang keliru, ingin menonjol di antara para bhikkhu, ingin berkuasa dalam vihara-vihara, dan ingin dihormati oleh semua keluarga.

"Biarlah umat awam dan para bhikkhu berpikir bahwa hal ini hanya dilakukan olehku, dalam semua pekerjaan besar atau kecil mereka menunjuk diriku, "demikianlah ambisi bhikkhu yang bodoh itu, dan keinginan serta kesombongannya pun terus bertambah.

Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
👍2
Fools : 75


The path to material gain
goes one way,
the way to Unbinding,
another.

Realizing this, the monk,
a disciple to the Awakened One,
should not relish offerings,
should cultivate seclusion
instead.

========================
Orang Bodoh : 75

Ada jalan lain menuju pada keuntungan duniawi, dan ada jalan lain yang menuju ke Nibbana. Setelah menyadari hal ini dengan jelas, hendaklah seseorang bhikkhu siswa Sang Buddha tidak bergembira dalam hal-hal duniawi, tetapi mengembangkan pembebasan diri.

Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism