Fools : 63
A fool with a sense of his foolishness
is–at least to that extent–wise.
But a fool who thinks himself wise
really deserves to be called
a fool.
========================
Orang Bodoh : 63
Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana, tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
A fool with a sense of his foolishness
is–at least to that extent–wise.
But a fool who thinks himself wise
really deserves to be called
a fool.
========================
Orang Bodoh : 63
Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana, tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
Fools : 64-65
Even if for a lifetime
the fool stays with the wise,
he knows nothing of the Dhamma–
as the ladle,
the taste of the soup.
Even if for a moment,
the perceptive person stays with the wise,
he immediately knows the Dhamma–
as the tongue,
the taste of the soup.
========================
Orang Bodoh : 64-65
Orang bodoh, walaupun selama hidupnya bergaul dengan orang bijaksana, tetap tidak akan mengerti Dhamma, bagaikan sendok yang tidak dapat merasakan rasa sayur.
Walaupun hanya sesaat saja orang pandai bergaul dengan orang bijaksana, namun dengan segera ia akan dapat mengerti Dhamma, bagaikan lidah yang dapat merasakan rasa sayur.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Even if for a lifetime
the fool stays with the wise,
he knows nothing of the Dhamma–
as the ladle,
the taste of the soup.
Even if for a moment,
the perceptive person stays with the wise,
he immediately knows the Dhamma–
as the tongue,
the taste of the soup.
========================
Orang Bodoh : 64-65
Orang bodoh, walaupun selama hidupnya bergaul dengan orang bijaksana, tetap tidak akan mengerti Dhamma, bagaikan sendok yang tidak dapat merasakan rasa sayur.
Walaupun hanya sesaat saja orang pandai bergaul dengan orang bijaksana, namun dengan segera ia akan dapat mengerti Dhamma, bagaikan lidah yang dapat merasakan rasa sayur.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
👍2
Fools : 66
Fools, their wisdom weak,
are their own enemies
as they go through life,
doing evil
that bears
bitter fruit.
========================
Orang Bodoh : 66
Orang bodoh yang dangkal pengetahuannya, memperlakukan diri sendiri seperti musuh, ia melakukan perbuatan jahat yang akan menghasikan buah yang pahit.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Fools, their wisdom weak,
are their own enemies
as they go through life,
doing evil
that bears
bitter fruit.
========================
Orang Bodoh : 66
Orang bodoh yang dangkal pengetahuannya, memperlakukan diri sendiri seperti musuh, ia melakukan perbuatan jahat yang akan menghasikan buah yang pahit.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries
Buddha spoke to Venerable Ananda. “It may be, Ananda, that some of you will say, ‘without the Buddha, the Sublime Teacher, there is no teacher for us’. No, Ananda, you should not think in this way. Whatever doctrine and discipline taught and made known by Me will be your teacher when I am gone.”
Then the Buddha addressed all the monks once more, and these were the very last words he spoke:
“Behold, O monks, this is my last advice to you. All component things in the world are impermanent. They are not lasting. Work hard to gain your own salvation.”
Then the Buddha lapsed into the jhana stages, or meditative absorptions. Going from level to level, one after the other, ever deeper and deeper. Then he came out of the meditative absorption for the last time and passed into nirvana, leaving nothing whatever behind that can cause rebirth again in this or any other world.
Quoted from the Life of the Buddha, Chapter Buddha's Last Words by Venerable Siridhamma Thero.
Then the Buddha addressed all the monks once more, and these were the very last words he spoke:
“Behold, O monks, this is my last advice to you. All component things in the world are impermanent. They are not lasting. Work hard to gain your own salvation.”
Then the Buddha lapsed into the jhana stages, or meditative absorptions. Going from level to level, one after the other, ever deeper and deeper. Then he came out of the meditative absorption for the last time and passed into nirvana, leaving nothing whatever behind that can cause rebirth again in this or any other world.
Quoted from the Life of the Buddha, Chapter Buddha's Last Words by Venerable Siridhamma Thero.
💯1
Fools : 67-68
It’s not good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you regret,
whose result you reap crying,
your face in tears.
It’s good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you don’t regret,
whose result you reap gratified,
happy at heart.
========================
Orang Bodoh : 67-68
Bilamana suatu perbuatan setelah selesai dilakukan membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu tidak baik. Orang itu akan menerima akibat perbuatannya dengan ratap tangis dan wajah yang berlinang air mata.
Bila suatu perbuatan setelah dilakukan tidak membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya dengan hati gembira dan puas.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
It’s not good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you regret,
whose result you reap crying,
your face in tears.
It’s good,
the doing of the deed
that, once it’s done,
you don’t regret,
whose result you reap gratified,
happy at heart.
========================
Orang Bodoh : 67-68
Bilamana suatu perbuatan setelah selesai dilakukan membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu tidak baik. Orang itu akan menerima akibat perbuatannya dengan ratap tangis dan wajah yang berlinang air mata.
Bila suatu perbuatan setelah dilakukan tidak membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya dengan hati gembira dan puas.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Telegram
Tibetan Buddhism Vajrayana Tantrayana esoteric tradition
Buddha Dharma teachings from the esoteric Vajrayana or Tantrayana Buddhism, includes all major schools Nyingma, Kagyu, Gelug, Sakya, Jonang and Bonpo.
Fools : 69
As long as evil has yet to ripen,
the fool mistakes it for honey.
But when that evil ripens,
the fool falls into
pain.
========================
Orang Bodoh : 69
Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh akan menganggapnya manis seperti madu, tetapi apabila buah perbuatannya itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya penderitaan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
As long as evil has yet to ripen,
the fool mistakes it for honey.
But when that evil ripens,
the fool falls into
pain.
========================
Orang Bodoh : 69
Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh akan menganggapnya manis seperti madu, tetapi apabila buah perbuatannya itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya penderitaan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
Fools : 70
Month after month
the fool might eat
only a tip-of-grass measure of food,
but he wouldn’t be worth
one sixteenth
of those who’ve fathomed
the Dhamma.
========================
Orang Bodoh : 70
Biarpun bulan demi bulan orang bodoh memakan makanannya dengan ujung rumput kusa, namun demikian ia tidak berharga seperenambelas bagian dari mereka yang telah mengerti Dhamma dengan baik.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Month after month
the fool might eat
only a tip-of-grass measure of food,
but he wouldn’t be worth
one sixteenth
of those who’ve fathomed
the Dhamma.
========================
Orang Bodoh : 70
Biarpun bulan demi bulan orang bodoh memakan makanannya dengan ujung rumput kusa, namun demikian ia tidak berharga seperenambelas bagian dari mereka yang telah mengerti Dhamma dengan baik.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
Fools : 71
An evil deed, when done,
doesn’t–like ready milk–
come out right away.
It follows the fool,
smoldering
like a fire
hidden in ashes.
========================
Orang Bodoh : 71
Suatu perbuatan jahat yang telah dilakukan, tidak segera menghasilkan buah, seperti air susu yang tidak langsung menjadi dadih, demikianlah perbuatan jahat itu membara mengikuti orang bodoh, seperti api yang ditutupi abu.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
An evil deed, when done,
doesn’t–like ready milk–
come out right away.
It follows the fool,
smoldering
like a fire
hidden in ashes.
========================
Orang Bodoh : 71
Suatu perbuatan jahat yang telah dilakukan, tidak segera menghasilkan buah, seperti air susu yang tidak langsung menjadi dadih, demikianlah perbuatan jahat itu membara mengikuti orang bodoh, seperti api yang ditutupi abu.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Viber
Words Of The Buddha
Daily teachings from Buddha Dharma
Fools : 72-74
Only for his ruin
does renown come to the fool.
It ravages his bright fortune
& rips his head apart.
He would want unwarranted status,
preeminence among monks,
authority
among monasteries,
homage
from lay families.
‘Let householders & those gone forth
both think that this
was done by me alone.
May I alone determine
what’s a duty, what’s not’:
the resolve of a fool
as they grow–
his desire & pride.
========================
Orang Bodoh : 72-74
Orang bodoh mendapat pengetahuan dan kemashuran yang menuju kepada kehancuran, Pengetahuan dan kemashurannya itu akan menghancurkan semua perbuatan baiknya, dan akan membelah kepalanya sendiri.
Seorang bhikkhu yang bodoh, menginginkan ketenangan yang keliru, ingin menonjol di antara para bhikkhu, ingin berkuasa dalam vihara-vihara, dan ingin dihormati oleh semua keluarga.
"Biarlah umat awam dan para bhikkhu berpikir bahwa hal ini hanya dilakukan olehku, dalam semua pekerjaan besar atau kecil mereka menunjuk diriku, "demikianlah ambisi bhikkhu yang bodoh itu, dan keinginan serta kesombongannya pun terus bertambah.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Only for his ruin
does renown come to the fool.
It ravages his bright fortune
& rips his head apart.
He would want unwarranted status,
preeminence among monks,
authority
among monasteries,
homage
from lay families.
‘Let householders & those gone forth
both think that this
was done by me alone.
May I alone determine
what’s a duty, what’s not’:
the resolve of a fool
as they grow–
his desire & pride.
========================
Orang Bodoh : 72-74
Orang bodoh mendapat pengetahuan dan kemashuran yang menuju kepada kehancuran, Pengetahuan dan kemashurannya itu akan menghancurkan semua perbuatan baiknya, dan akan membelah kepalanya sendiri.
Seorang bhikkhu yang bodoh, menginginkan ketenangan yang keliru, ingin menonjol di antara para bhikkhu, ingin berkuasa dalam vihara-vihara, dan ingin dihormati oleh semua keluarga.
"Biarlah umat awam dan para bhikkhu berpikir bahwa hal ini hanya dilakukan olehku, dalam semua pekerjaan besar atau kecil mereka menunjuk diriku, "demikianlah ambisi bhikkhu yang bodoh itu, dan keinginan serta kesombongannya pun terus bertambah.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
👍2
Fools : 75
The path to material gain
goes one way,
the way to Unbinding,
another.
Realizing this, the monk,
a disciple to the Awakened One,
should not relish offerings,
should cultivate seclusion
instead.
========================
Orang Bodoh : 75
Ada jalan lain menuju pada keuntungan duniawi, dan ada jalan lain yang menuju ke Nibbana. Setelah menyadari hal ini dengan jelas, hendaklah seseorang bhikkhu siswa Sang Buddha tidak bergembira dalam hal-hal duniawi, tetapi mengembangkan pembebasan diri.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
The path to material gain
goes one way,
the way to Unbinding,
another.
Realizing this, the monk,
a disciple to the Awakened One,
should not relish offerings,
should cultivate seclusion
instead.
========================
Orang Bodoh : 75
Ada jalan lain menuju pada keuntungan duniawi, dan ada jalan lain yang menuju ke Nibbana. Setelah menyadari hal ini dengan jelas, hendaklah seseorang bhikkhu siswa Sang Buddha tidak bergembira dalam hal-hal duniawi, tetapi mengembangkan pembebasan diri.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
The Wise : 76 - 77
Regard him as one who points out treasure, the wise one who seeing your faults rebukes you.
Stay with this sort of sage. For the one who stays with a sage of this sort, things get better, not worse.
Let him admonish, instruct, deflect you away from poor manners.
To the good, he’s endearing; to the bad, he’s not.
=========================
Orang Bijaksana : 76-77
Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukkan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana.
Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk, dan melarang apa yang tidak baik, orang bijaksana akan dicintai oleh orang yang baik dan dijauhi oleh orang yang jahat.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Regard him as one who points out treasure, the wise one who seeing your faults rebukes you.
Stay with this sort of sage. For the one who stays with a sage of this sort, things get better, not worse.
Let him admonish, instruct, deflect you away from poor manners.
To the good, he’s endearing; to the bad, he’s not.
=========================
Orang Bijaksana : 76-77
Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukkan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana.
Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk, dan melarang apa yang tidak baik, orang bijaksana akan dicintai oleh orang yang baik dan dijauhi oleh orang yang jahat.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries