The Wise : 85 - 89
Few are the people
who reach the Far Shore.
These others
simply scurry along
this shore.
But those who practice Dhamma
in line with the well-taught Dhamma,
will cross over the realm of Death
so hard to transcend.
Forsaking dark practices,
the wise person
should develop the bright,
having gone from home
to no-home
in seclusion, so hard to enjoy.
There he should wish for delight,
discarding sensuality–
he who has nothing.
He should cleanse himself–wise–
of what defiles the mind.
Whose minds are well-developed
in the factors for self-awakening,
who delight in non-clinging,
relinquishing grasping–
resplendent,
their effluents ended:
they, in the world,
are Unbound.
=========================
Orang Bijaksana : 85-89
Diantara umat manusia hanya sedikit yang dapat mencapai Pantai Seberang, sebagian besar hanya berjalan hilir mudik di tepi sebelah sini.
Mereka yang hidup sesuai dengan Dhamma yang telah diterangkan dengan baik, akan mencapai Pantai Seberang, menyeberangi alam kematian yang sangat sukar diseberangi.
Meninggalkan rumah dan pergi menempuh kehidupan tanpa rumah, demikian hendaknya orang bijaksana meninggalkan kebodohan, dan mengembangkan kebijaksanaan, Hendaknya ia mencari kebahagiaan pada ketidakmelekatan yang sulit didapat.
Dengan meninggalkan semua kesenangan indria dan kemelekatan, demikian hendaknya orang bijaksana membersihkan dirinya dari noda-noda pikiran.
Mereka yang telah menyempurnakan pikirannya dalam Tujuh Faktor Penerangan, yang tanpa ikatan, yang bergembira dengan batin yang bebas, yang telah bebas darj kekotoran batin, yang bersinar, maka sesungguhnya mereka telah mencapai Nibbana dalam kehidupan sekarang ini juga.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Few are the people
who reach the Far Shore.
These others
simply scurry along
this shore.
But those who practice Dhamma
in line with the well-taught Dhamma,
will cross over the realm of Death
so hard to transcend.
Forsaking dark practices,
the wise person
should develop the bright,
having gone from home
to no-home
in seclusion, so hard to enjoy.
There he should wish for delight,
discarding sensuality–
he who has nothing.
He should cleanse himself–wise–
of what defiles the mind.
Whose minds are well-developed
in the factors for self-awakening,
who delight in non-clinging,
relinquishing grasping–
resplendent,
their effluents ended:
they, in the world,
are Unbound.
=========================
Orang Bijaksana : 85-89
Diantara umat manusia hanya sedikit yang dapat mencapai Pantai Seberang, sebagian besar hanya berjalan hilir mudik di tepi sebelah sini.
Mereka yang hidup sesuai dengan Dhamma yang telah diterangkan dengan baik, akan mencapai Pantai Seberang, menyeberangi alam kematian yang sangat sukar diseberangi.
Meninggalkan rumah dan pergi menempuh kehidupan tanpa rumah, demikian hendaknya orang bijaksana meninggalkan kebodohan, dan mengembangkan kebijaksanaan, Hendaknya ia mencari kebahagiaan pada ketidakmelekatan yang sulit didapat.
Dengan meninggalkan semua kesenangan indria dan kemelekatan, demikian hendaknya orang bijaksana membersihkan dirinya dari noda-noda pikiran.
Mereka yang telah menyempurnakan pikirannya dalam Tujuh Faktor Penerangan, yang tanpa ikatan, yang bergembira dengan batin yang bebas, yang telah bebas darj kekotoran batin, yang bersinar, maka sesungguhnya mereka telah mencapai Nibbana dalam kehidupan sekarang ini juga.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
Dhammapada VII : Arahants
Arahants : 90
In one who has gone the full distance, is free from sorrow, is everywherefully released, has abandoned all bonds: no fever is found.
========================
Arahanta: 90
Orang yang telah menyelesaikan perjalanannya, Yang telah terbebas dari segala hal, Yang telah menghancurkan semua ikatan, maka dalam dirinya tidak ada lagi demam nafsu.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Arahants : 90
In one who has gone the full distance, is free from sorrow, is everywherefully released, has abandoned all bonds: no fever is found.
========================
Arahanta: 90
Orang yang telah menyelesaikan perjalanannya, Yang telah terbebas dari segala hal, Yang telah menghancurkan semua ikatan, maka dalam dirinya tidak ada lagi demam nafsu.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries
Arahants : 91
The mindful keep active, don’t delight in settling back.
They renounce every home,
like swans taking off from a lake.
========================
Arahanta: 91
Orang yang telah sadar dan menghilangkan kehidupan rumah tangga, tidak lagi terikat pada tempat kediaman. Bagaikan kawanan angsa yang meninggalkan kolam demi kolam, demikianlah mereka meninggalkan tempat kediaman demi tempat kediaman.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
The mindful keep active, don’t delight in settling back.
They renounce every home,
like swans taking off from a lake.
========================
Arahanta: 91
Orang yang telah sadar dan menghilangkan kehidupan rumah tangga, tidak lagi terikat pada tempat kediaman. Bagaikan kawanan angsa yang meninggalkan kolam demi kolam, demikianlah mereka meninggalkan tempat kediaman demi tempat kediaman.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Telegram
Tibetan Buddhism Vajrayana Tantrayana esoteric tradition
Buddha Dharma teachings from the esoteric Vajrayana or Tantrayana Buddhism, includes all major schools Nyingma, Kagyu, Gelug, Sakya, Jonang and Bonpo.
Arahants : 92-93
Not hoarding,
having comprehended food,
their pasture–emptiness & freedom without sign: their course, like that of birds through space, can’t be traced.
Effluents ended, independent of nutriment, their pasture–emptiness & freedom without sign: their trail, like that of birds through space, can’t be traced.
========================
Arahanta: 92-93
Mereka yang tidak lagi mengumpulkan harta duniawi, yang sederhana dalam makanan, yang telah mencapai "Kebebasan Mutlak", maka jejak mereka tidak dapat dilacak, bagaikan burung-burung di angkasa.
Ia yang telah memusnahkan semua kekotoran batin, yang tidak lagi terikat pada makanan, yang telah menyadari Kebebasan Mutlak, maka jejaknya tidak dapat dilacak, bagaikan burung-burung di angkasa.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Not hoarding,
having comprehended food,
their pasture–emptiness & freedom without sign: their course, like that of birds through space, can’t be traced.
Effluents ended, independent of nutriment, their pasture–emptiness & freedom without sign: their trail, like that of birds through space, can’t be traced.
========================
Arahanta: 92-93
Mereka yang tidak lagi mengumpulkan harta duniawi, yang sederhana dalam makanan, yang telah mencapai "Kebebasan Mutlak", maka jejak mereka tidak dapat dilacak, bagaikan burung-burung di angkasa.
Ia yang telah memusnahkan semua kekotoran batin, yang tidak lagi terikat pada makanan, yang telah menyadari Kebebasan Mutlak, maka jejaknya tidak dapat dilacak, bagaikan burung-burung di angkasa.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
Arahants : 94-96
He whose senses are steadied like stallions
well-trained by the charioteer,
his conceit abandoned,
free of effluent,
Such:
even devas adore him.
Like the earth, he doesn’t react–cultured,
Such, like Indra’s pillar,
like a lake free of mud.
For him
–Such–
there’s no traveling on.
Calm is his mind,
calm his speech
& his deed:
one who’s released through right knowing,
pacified,
Such.
========================
Arahanta: 94-96
Ia yang telah menaklukkan dirinya, bagaikan seorang kusir mengendalikan kudanya, yang telah bebas dari kesombongan dan kekotoran batin, maka para dewa pun akan mengasihi orang suci seperti ini.
Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan.
Orang suci yang memiliki pengetahuan sejati, yang telah terbebas, damai dan seimbang batinnya, maka ucapan, perbuatan serta pikirannya senantiasa tenang.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
He whose senses are steadied like stallions
well-trained by the charioteer,
his conceit abandoned,
free of effluent,
Such:
even devas adore him.
Like the earth, he doesn’t react–cultured,
Such, like Indra’s pillar,
like a lake free of mud.
For him
–Such–
there’s no traveling on.
Calm is his mind,
calm his speech
& his deed:
one who’s released through right knowing,
pacified,
Such.
========================
Arahanta: 94-96
Ia yang telah menaklukkan dirinya, bagaikan seorang kusir mengendalikan kudanya, yang telah bebas dari kesombongan dan kekotoran batin, maka para dewa pun akan mengasihi orang suci seperti ini.
Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan.
Orang suci yang memiliki pengetahuan sejati, yang telah terbebas, damai dan seimbang batinnya, maka ucapan, perbuatan serta pikirannya senantiasa tenang.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
Arahants : 97
The man
faithless / beyond conviction
ungrateful / knowing the Unmade
a burglar / who has severed connections
who’s destroyed
his chances / conditions
who eats vomit: / has disgorged expectations:
the ultimate person.
========================
Arahanta: 97
Orang yang telah bebas dari ketahyulan, yang telah mengerti keadaan tak tercipta (nibbana), yang telah memutuskan semua ikatan (tumimbal lahir), yang telah mengakhiri kesempatan (baik dan jahat), yang telah menyingkirkan semua nafsu keinginan, maka sesungguhnya ia adalah orang yang paling mulia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
The man
faithless / beyond conviction
ungrateful / knowing the Unmade
a burglar / who has severed connections
who’s destroyed
his chances / conditions
who eats vomit: / has disgorged expectations:
the ultimate person.
========================
Arahanta: 97
Orang yang telah bebas dari ketahyulan, yang telah mengerti keadaan tak tercipta (nibbana), yang telah memutuskan semua ikatan (tumimbal lahir), yang telah mengakhiri kesempatan (baik dan jahat), yang telah menyingkirkan semua nafsu keinginan, maka sesungguhnya ia adalah orang yang paling mulia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Viber
Words Of The Buddha
Daily teachings from Buddha Dharma
Arahants : 98
In village or wilds,
valley, plateau:
that place is delightful
where arahants dwell.
========================
Arahanta: 98
Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci menetap, maka tempat itu sungguh menyenangkan.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
In village or wilds,
valley, plateau:
that place is delightful
where arahants dwell.
========================
Arahanta: 98
Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci menetap, maka tempat itu sungguh menyenangkan.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Buddhānusati, one of the four protective meditation, is recollections of the qualities of the Buddha, namely, araham (the perfect one who has eliminated all the defilements, or someone who has reached the state of great purity and perfection), Sammasambuddho (fully enlightened), Vijjacarana-sampanno (impeccable in conduct and understanding), Sugato (well farer), Lokavidu (the knower of the worlds), Anuttaro purisadamma-sarathi (who is unrivalled in taming those who are untamed), Sattha deva-manussanam (teacher of gods and humans), buddho (awake) and bhagava (the Blessed One).
Arahants : 99
Delightful wilds
where the crowds don’t delight,
those free from passion
delight,
for they’re not searching
for sensual pleasures.
========================
Arahanta: 99
Hutan bukan tempat yang menyenangkan bagi orang duniawi, namun disanalah orang-orang yang telah bebas dari nafsu bergembira, karena mereka tidak lagi mencari kesenangan indria.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Delightful wilds
where the crowds don’t delight,
those free from passion
delight,
for they’re not searching
for sensual pleasures.
========================
Arahanta: 99
Hutan bukan tempat yang menyenangkan bagi orang duniawi, namun disanalah orang-orang yang telah bebas dari nafsu bergembira, karena mereka tidak lagi mencari kesenangan indria.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
❤1
Magga refers to the path leading to the cessation of suffering (dukkha), as outlined in the Four Noble Truths. It specifically denotes the Noble Eightfold Path (Ariya Atthangika Magga), which is the fourth truth and the core of Buddhist practice.
The Eightfold Path is Right Speech (Sammā Vācā), Right Action (Sammā Kammanta), Right Livelihood (Sammā Ājīva), Right Effort (Sammā Vāyāma), Right Mindfulness (Sammā Sati), Right Concentration (Sammā Samādhi), Right View (Sammā Diṭṭhi), Right Intention (Sammā Saṅkappa).
The Eightfold Path is Right Speech (Sammā Vācā), Right Action (Sammā Kammanta), Right Livelihood (Sammā Ājīva), Right Effort (Sammā Vāyāma), Right Mindfulness (Sammā Sati), Right Concentration (Sammā Samādhi), Right View (Sammā Diṭṭhi), Right Intention (Sammā Saṅkappa).
❤1
Dhammapada VIII : Thousands
Thousands : 100 - 102
Better than if there were thousands
of meaningless words is
one meaningful word
that on hearing brings peace.
Better than if there were thousands
of meaningless verses is
one meaningful line of verse
that on hearing brings peace.
And better than chanting hundreds
of meaningless verses is
one Dhamma-saying
that on hearing brings peace.
=========================
Ribuan : 100 - 102
Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat, adalah lebih baik satu kata Dhamma, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Thousands : 100 - 102
Better than if there were thousands
of meaningless words is
one meaningful word
that on hearing brings peace.
Better than if there were thousands
of meaningless verses is
one meaningful line of verse
that on hearing brings peace.
And better than chanting hundreds
of meaningless verses is
one Dhamma-saying
that on hearing brings peace.
=========================
Ribuan : 100 - 102
Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat, adalah lebih baik satu kata Dhamma, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries
❤1
Thousands : 103 - 105
Greater in battle
than the man who would conquer
a thousand-thousand men,
is he who would conquer
just one–
himself.
Better to conquer yourself
than others.
When you’ve trained yourself,
living in constant self-control,
neither a deva nor gandhabba,
nor a Mara banded with Brahmas,
could turn that triumph
back into defeat.
=========================
Ribuan : 103 - 105
Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri.
Tidak ada Dewa, Mara, Gandhabba, ataupun Brahmana, yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Greater in battle
than the man who would conquer
a thousand-thousand men,
is he who would conquer
just one–
himself.
Better to conquer yourself
than others.
When you’ve trained yourself,
living in constant self-control,
neither a deva nor gandhabba,
nor a Mara banded with Brahmas,
could turn that triumph
back into defeat.
=========================
Ribuan : 103 - 105
Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri.
Tidak ada Dewa, Mara, Gandhabba, ataupun Brahmana, yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Telegram
Tibetan Buddhism Vajrayana Tantrayana esoteric tradition
Buddha Dharma teachings from the esoteric Vajrayana or Tantrayana Buddhism, includes all major schools Nyingma, Kagyu, Gelug, Sakya, Jonang and Bonpo.
❤1👍1