Arahants : 94-96
He whose senses are steadied like stallions
well-trained by the charioteer,
his conceit abandoned,
free of effluent,
Such:
even devas adore him.
Like the earth, he doesn’t react–cultured,
Such, like Indra’s pillar,
like a lake free of mud.
For him
–Such–
there’s no traveling on.
Calm is his mind,
calm his speech
& his deed:
one who’s released through right knowing,
pacified,
Such.
========================
Arahanta: 94-96
Ia yang telah menaklukkan dirinya, bagaikan seorang kusir mengendalikan kudanya, yang telah bebas dari kesombongan dan kekotoran batin, maka para dewa pun akan mengasihi orang suci seperti ini.
Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan.
Orang suci yang memiliki pengetahuan sejati, yang telah terbebas, damai dan seimbang batinnya, maka ucapan, perbuatan serta pikirannya senantiasa tenang.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
He whose senses are steadied like stallions
well-trained by the charioteer,
his conceit abandoned,
free of effluent,
Such:
even devas adore him.
Like the earth, he doesn’t react–cultured,
Such, like Indra’s pillar,
like a lake free of mud.
For him
–Such–
there’s no traveling on.
Calm is his mind,
calm his speech
& his deed:
one who’s released through right knowing,
pacified,
Such.
========================
Arahanta: 94-96
Ia yang telah menaklukkan dirinya, bagaikan seorang kusir mengendalikan kudanya, yang telah bebas dari kesombongan dan kekotoran batin, maka para dewa pun akan mengasihi orang suci seperti ini.
Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan.
Orang suci yang memiliki pengetahuan sejati, yang telah terbebas, damai dan seimbang batinnya, maka ucapan, perbuatan serta pikirannya senantiasa tenang.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
Arahants : 97
The man
faithless / beyond conviction
ungrateful / knowing the Unmade
a burglar / who has severed connections
who’s destroyed
his chances / conditions
who eats vomit: / has disgorged expectations:
the ultimate person.
========================
Arahanta: 97
Orang yang telah bebas dari ketahyulan, yang telah mengerti keadaan tak tercipta (nibbana), yang telah memutuskan semua ikatan (tumimbal lahir), yang telah mengakhiri kesempatan (baik dan jahat), yang telah menyingkirkan semua nafsu keinginan, maka sesungguhnya ia adalah orang yang paling mulia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
The man
faithless / beyond conviction
ungrateful / knowing the Unmade
a burglar / who has severed connections
who’s destroyed
his chances / conditions
who eats vomit: / has disgorged expectations:
the ultimate person.
========================
Arahanta: 97
Orang yang telah bebas dari ketahyulan, yang telah mengerti keadaan tak tercipta (nibbana), yang telah memutuskan semua ikatan (tumimbal lahir), yang telah mengakhiri kesempatan (baik dan jahat), yang telah menyingkirkan semua nafsu keinginan, maka sesungguhnya ia adalah orang yang paling mulia.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Viber
Words Of The Buddha
Daily teachings from Buddha Dharma
Arahants : 98
In village or wilds,
valley, plateau:
that place is delightful
where arahants dwell.
========================
Arahanta: 98
Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci menetap, maka tempat itu sungguh menyenangkan.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
In village or wilds,
valley, plateau:
that place is delightful
where arahants dwell.
========================
Arahanta: 98
Apakah di desa atau di dalam hutan, di tempat rendah atau di atas bukit, di mana pun Para Suci menetap, maka tempat itu sungguh menyenangkan.
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Telegram
Words of the Buddha
Daily teachings of Buddha Dharma
Buddhānusati, one of the four protective meditation, is recollections of the qualities of the Buddha, namely, araham (the perfect one who has eliminated all the defilements, or someone who has reached the state of great purity and perfection), Sammasambuddho (fully enlightened), Vijjacarana-sampanno (impeccable in conduct and understanding), Sugato (well farer), Lokavidu (the knower of the worlds), Anuttaro purisadamma-sarathi (who is unrivalled in taming those who are untamed), Sattha deva-manussanam (teacher of gods and humans), buddho (awake) and bhagava (the Blessed One).
Arahants : 99
Delightful wilds
where the crowds don’t delight,
those free from passion
delight,
for they’re not searching
for sensual pleasures.
========================
Arahanta: 99
Hutan bukan tempat yang menyenangkan bagi orang duniawi, namun disanalah orang-orang yang telah bebas dari nafsu bergembira, karena mereka tidak lagi mencari kesenangan indria.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Delightful wilds
where the crowds don’t delight,
those free from passion
delight,
for they’re not searching
for sensual pleasures.
========================
Arahanta: 99
Hutan bukan tempat yang menyenangkan bagi orang duniawi, namun disanalah orang-orang yang telah bebas dari nafsu bergembira, karena mereka tidak lagi mencari kesenangan indria.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
❤1
Magga refers to the path leading to the cessation of suffering (dukkha), as outlined in the Four Noble Truths. It specifically denotes the Noble Eightfold Path (Ariya Atthangika Magga), which is the fourth truth and the core of Buddhist practice.
The Eightfold Path is Right Speech (Sammā Vācā), Right Action (Sammā Kammanta), Right Livelihood (Sammā Ājīva), Right Effort (Sammā Vāyāma), Right Mindfulness (Sammā Sati), Right Concentration (Sammā Samādhi), Right View (Sammā Diṭṭhi), Right Intention (Sammā Saṅkappa).
The Eightfold Path is Right Speech (Sammā Vācā), Right Action (Sammā Kammanta), Right Livelihood (Sammā Ājīva), Right Effort (Sammā Vāyāma), Right Mindfulness (Sammā Sati), Right Concentration (Sammā Samādhi), Right View (Sammā Diṭṭhi), Right Intention (Sammā Saṅkappa).
❤1
Dhammapada VIII : Thousands
Thousands : 100 - 102
Better than if there were thousands
of meaningless words is
one meaningful word
that on hearing brings peace.
Better than if there were thousands
of meaningless verses is
one meaningful line of verse
that on hearing brings peace.
And better than chanting hundreds
of meaningless verses is
one Dhamma-saying
that on hearing brings peace.
=========================
Ribuan : 100 - 102
Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat, adalah lebih baik satu kata Dhamma, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Thousands : 100 - 102
Better than if there were thousands
of meaningless words is
one meaningful word
that on hearing brings peace.
Better than if there were thousands
of meaningless verses is
one meaningful line of verse
that on hearing brings peace.
And better than chanting hundreds
of meaningless verses is
one Dhamma-saying
that on hearing brings peace.
=========================
Ribuan : 100 - 102
Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Daripada seribu bait syair yang tak bermanfaat, adalah lebih baik satu kata Dhamma, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries
❤1
Thousands : 103 - 105
Greater in battle
than the man who would conquer
a thousand-thousand men,
is he who would conquer
just one–
himself.
Better to conquer yourself
than others.
When you’ve trained yourself,
living in constant self-control,
neither a deva nor gandhabba,
nor a Mara banded with Brahmas,
could turn that triumph
back into defeat.
=========================
Ribuan : 103 - 105
Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri.
Tidak ada Dewa, Mara, Gandhabba, ataupun Brahmana, yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Greater in battle
than the man who would conquer
a thousand-thousand men,
is he who would conquer
just one–
himself.
Better to conquer yourself
than others.
When you’ve trained yourself,
living in constant self-control,
neither a deva nor gandhabba,
nor a Mara banded with Brahmas,
could turn that triumph
back into defeat.
=========================
Ribuan : 103 - 105
Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri.
Tidak ada Dewa, Mara, Gandhabba, ataupun Brahmana, yang dapat mengubah kemenangan dari orang yang telah dapat menaklukkan dirinya sendiri.
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Telegram
Tibetan Buddhism Vajrayana Tantrayana esoteric tradition
Buddha Dharma teachings from the esoteric Vajrayana or Tantrayana Buddhism, includes all major schools Nyingma, Kagyu, Gelug, Sakya, Jonang and Bonpo.
❤1👍1
Thousands : 106-108
You could, month by month,
at a cost of thousands,
conduct sacrifices
a hundred times,
or
pay a single moment’s homage
to one person,
self-cultivated.
Better than a hundred years of sacrifices
would that act of homage be.
You could, for a hundred years,
live in a forest
tending a fire,
or
pay a single moment’s homage
to one person,
self-cultivated.
Better than a hundred years of sacrifices
would that act of homage be.
Everything offered
or sacrificed in the world
for an entire year by one seeking merit
doesn’t come to a fourth.
Better to pay respect
to those who’ve gone
the straight way.
=========================
Ribuan : 106-108
Biarpun bulan demi bulan seseorang mempersembahkan seribu korban selama seratus tahun, namun lebih baik jika menghormati orang yang memiliki pengendalian diri, walaupun hanya sesaat saja.
Biarpun selama seratus tahun seseorang menyalakan api pemujaan di hutan, namun sesungguhnya lebih baik jika ia, walaupun hanya sesaat saja, menghormati orang yang telah memiliki pengendalian diri.
Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun untuk memperoleh pahala dari perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun, daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
You could, month by month,
at a cost of thousands,
conduct sacrifices
a hundred times,
or
pay a single moment’s homage
to one person,
self-cultivated.
Better than a hundred years of sacrifices
would that act of homage be.
You could, for a hundred years,
live in a forest
tending a fire,
or
pay a single moment’s homage
to one person,
self-cultivated.
Better than a hundred years of sacrifices
would that act of homage be.
Everything offered
or sacrificed in the world
for an entire year by one seeking merit
doesn’t come to a fourth.
Better to pay respect
to those who’ve gone
the straight way.
=========================
Ribuan : 106-108
Biarpun bulan demi bulan seseorang mempersembahkan seribu korban selama seratus tahun, namun lebih baik jika menghormati orang yang memiliki pengendalian diri, walaupun hanya sesaat saja.
Biarpun selama seratus tahun seseorang menyalakan api pemujaan di hutan, namun sesungguhnya lebih baik jika ia, walaupun hanya sesaat saja, menghormati orang yang telah memiliki pengendalian diri.
Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun untuk memperoleh pahala dari perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun, daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus.
Join Vajrayana Tantrayana Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tantrayanabuddhism
Telegram
Vajrayana Tantrayana Buddhism
Buddha teachings from the Vajrayana, esoteric, secret or Tantrayana vehicle
❤1👍1
Thousands : 109
If you’re respectful by habit,
constantly honoring the worthy,
four things increase:
long life, beauty,
happiness, strength.
=========================
Ribuan : 109
Ia selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
If you’re respectful by habit,
constantly honoring the worthy,
four things increase:
long life, beauty,
happiness, strength.
=========================
Ribuan : 109
Ia selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAKw1y3rv%2F6sk61PI2W4izuIiaEZj8YZujhY1tSzL%2B07s7rFnVFDAd0bAYFaMLw
Viber
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries from Theravada tradition
❤1👍1
Thousands : 110-115
Better than a hundred years
lived without virtue, uncentered, is
one day
lived by a virtuous person
absorbed in jhana.
And better than a hundred years
lived undiscerning, uncentered, is
one day
lived by a discerning person
absorbed in jhana.
And better than a hundred years
lived apathetic & unenergetic, is
one day
lived energetic & firm.
And better than a hundred years
lived without seeing
arising & passing away, is
one day
lived seeing
arising & passing away.
And better than a hundred years
lived without seeing
the Deathless state, is
one day
lived seeing
the Deathless state.
And better than a hundred years
lived without seeing
the ultimate Dhamma, is
one day
lived seeing
the ultimate Dhamma.
=========================
Ribuan : 110-115
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi memiliki kelakuan buruk dan tak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang memiliki sila dan tekun bersamadhi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak bijaksana dan tidak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang bijaksana dan tekun bersamadhi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang berjuang dengan penuh semangat.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat "keadaan tanpa kematian" (nibbana), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat "keadaan tanpa kematian".
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat keluhuran Dhamma (Dhammamuttamam), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat keluhuran Dhamma.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Better than a hundred years
lived without virtue, uncentered, is
one day
lived by a virtuous person
absorbed in jhana.
And better than a hundred years
lived undiscerning, uncentered, is
one day
lived by a discerning person
absorbed in jhana.
And better than a hundred years
lived apathetic & unenergetic, is
one day
lived energetic & firm.
And better than a hundred years
lived without seeing
arising & passing away, is
one day
lived seeing
arising & passing away.
And better than a hundred years
lived without seeing
the Deathless state, is
one day
lived seeing
the Deathless state.
And better than a hundred years
lived without seeing
the ultimate Dhamma, is
one day
lived seeing
the ultimate Dhamma.
=========================
Ribuan : 110-115
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi memiliki kelakuan buruk dan tak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang memiliki sila dan tekun bersamadhi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak bijaksana dan tidak terkendali, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang bijaksana dan tekun bersamadhi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, sesungguhnya lebih baik adalah kehidupan sehari dari orang yang berjuang dengan penuh semangat.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi.
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat "keadaan tanpa kematian" (nibbana), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat "keadaan tanpa kematian".
Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi tidak dapat melihat keluhuran Dhamma (Dhammamuttamam), sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat keluhuran Dhamma.
Join Words of the Buddha, daily Buddha Dharma teachings on Viber Channel:
https://invite.viber.com/?g2=AQAFqzqlj7FmI061PX17rxWMAtZ%2BRuso%2FH2KmHKZSgnv7v9DD8X0bDkKnZDr9JDq
Join Words of the Buddha - daily Buddha Dharma teachings on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/wordsofbuddha
Viber
Words Of The Buddha
Daily teachings from Buddha Dharma
❤2👍1👏1
Dhammapada IX : Evil
Evil : 116
Be quick in doing
what’s admirable.
Restrain your mind
from what’s evil.
When you’re slow
in making merit,
evil delights the mind.
=========================
Kejahatan : 116
Bergegaslah berbuat kebajikan, dan kendalikan pikiranmu dari kejahatan, barang siapa lamban berbuat bajik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Evil : 116
Be quick in doing
what’s admirable.
Restrain your mind
from what’s evil.
When you’re slow
in making merit,
evil delights the mind.
=========================
Kejahatan : 116
Bergegaslah berbuat kebajikan, dan kendalikan pikiranmu dari kejahatan, barang siapa lamban berbuat bajik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan.
Join Buddha channel, Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries, Theravada, Mahayana and Tantrayana / Vajrayana on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/lorddivinebuddha
Join Tibetan Buddhism - Vajrayana, Tantrayana and esoteric Buddhism on Telegram channel:
https://news.1rj.ru/str/tibetanbuddha
Telegram
Buddha
Buddha dharma teachings from the suttas and commentaries
❤1👍1